Eurozone PMI turun, ECB diperkirakan terus mengetat: dampak pada EUR dan pasar Forex

Eurozone PMI turun, ECB diperkirakan terus mengetat: dampak pada EUR dan pasar Forex

trading sekarang

Penilaian resmi dari bank sentral menunjukkan penurunan luas pada PMI Zona Euro. Indikator komposit April berada di 48.8, turun dari 50.7 pada Maret, dan menandai kontraksi pertama dalam 17 bulan. Di bawahnya, sektor jasa secara khusus melemah, dengan PMI layanan mencapai 47.6 yang merupakan level terendah dalam kurun 62 bulan. Kondisi ini mencerminkan perlambatan permintaan yang menyeluruh meskipun beberapa komponen manufaktur tetap lebih stabil.

Di sisi harga, tekanan inflasi tetap kuat meski permintaan melambat. Biaya input mencapai puncak 40 bulan, sementara harga produksi meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun. Kombinasi ini memperjelas risiko stagflasi bagi Zona Euro, karena pertumbuhan melambat sementara harga tetap membebani perusahaan.

BNY Mellon menilai pasar kemungkinan mengasumsikan ECB akan melanjutkan sikap pengetatan meski data permintaan lemah. Gambaran kebijakan antar bank sentral dinilai tidak bisa jauh berbeda, meski beberapa analis memperingatkan bahwa jurang kebijakan bisa melebar jika data tidak sesuai harapan. Pembuat kebijakan akan menghadapi tantangan menyeimbangkan stabilitas harga dengan pertumbuhan di tengah inflasi yang tetap berisiko.

Harga input di Zona Euro kembali naik, menambah biaya operasional bagi produsen. Pada Maret, harga produksi industri melonjak 3.4 persen secara bulanan, membalik penurunan 0.6 persen di bulan sebelumnya. Secara tahunan, laju pertumbuhan harga produksi berada di sekitar 2.1 persen, menandakan tekanan inflasi yang berlanjut di jalur produksi.

Rangkaian angka ini menunjukkan bahwa tekanan biaya tidak mereda meski permintaan melambat. Kenaikan harga input diterjemahkan ke atas biaya produksi yang bisa mendorong kenaikan harga jual ke konsumen. Hal ini menambah ketidakpastian bagi kebijakan moneter ECB dalam menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan dukungan terhadap aktivitas ekonomi.

Para analis menilai bahwa pass-through harga di sektor industri berpotensi menguat sebagai sinyal bahwa inflasi inti masih bisa bertahan. Meskipun data aktivitas menurun, sinyal harga yang lebih tinggi memperparah tekanan pada ECB untuk menilai langkah kebijakan lebih lanjut. Investor akan memantau data harga dan produksi berikutnya untuk melihat apakah momentum inflasi melambat atau menguat.

Dinamika pasar menunjukkan ECB masih terlihat akan memperluas pengetatan kebijakan meski data permintaan melunak. Pasar valuta asing dan obligasi mencoba menilai sejauh mana kebijakan regional berbeda dari rekan-rekan internasional. Bank-note penilai seperti BNY Mellon mengingatkan bahwa jurang kebijakan antar bank sentral tidak bisa berkembang terlalu jauh.

Jika investor menilai bahwa lonjakan suku bunga bisa dibatasi karena permintaan yang melambat, euro berpotensi melemah secara relatif terhadap mata uang utama. Perkiraan nilai tukar yang lebih rendah mencerminkan risiko pass-through harga dan perubahan suku bunga antara wilayah.

Penilaian pasar tetap menyorot risiko bagi euro jika kebijakan ECB tetap restriktif tetapi data inflasi tidak menahan. Keputusan selanjutnya akan sangat bergantung pada saat rilis data harga input dan output serta pernyataan pejabat ECB. Secara garis besar, arus pasar menunjukkan euro bisa melemah jika ekspektasi pengetatan berkurang karena permintaan yang lemah.

banner footer