EURUSD menunjukkan pergerakan yang lebih kuat pada beberapa sesi terakhir. Investor mengalihkan fokus dari dolar AS ke risiko geopolitik terkait isu Greenland dan dinamika antara Amerika Serikat dan negara anggota UE. Kondisi ini mendorong permintaan terhadap euro dan membatasi tekanan terhadap pasangan mata uang utama ini. Sentimen risk-on atau risk-off bisa berperan dalam dinamika jangka pendek, tergantung pada rilis data ekonomi dan berita terkait kebijakan moneter.
Sejalan dengan pelemahan dolar, tekanan pada euro datang dari pemulihan kepercayaan di kawasan kawasan mata uang tunggal. Pelaku pasar menilai bahwa perkembangan geopolitik dapat meredam volatilitas dolar dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, faktor makro yang lebih luas tetap menjadi penentu arah jangka menengah, sehingga konsensus pasar masih pro ke euro pada kondisi tertentu.
Peluang teknis menonjol karena adanya pola pembalikan kecil dalam kerangka waktu dekat. Analisis indikator menunjukkan sinyal awal pembalikan ke arah atas jika level resistance terlampaui. Namun konfirmasi pola diperlukan melalui pergerakan harga yang lebih lanjut agar memperkuat asumsi rally yang direncanakan.
Pemantauan pada time frame H1 mengungkap pola falling wedge yang cenderung menandakan potensi pembalikan ke arah atas. Pola ini terbentuk dari serangkaian lower highs dan lower lows yang menyempit sehingga memberi sinyal tekanan pembeli untuk mengambil kendali. Ketika harga menembus level resistance kunci, pola ini sering diikuti oleh gerak rally yang kuat.
Konfirmasi pola bergantung pada penutupan harga di atas batas atas pola serta retest yang berhasil. Jika harga bisa bertahan di atas level penting dan menghasilkan close harian yang positif, ekspektasi rally menjadi lebih realistis. Pelaku pasar akan memantau reaksi terhadap level-area sekitar 1.173–1.176 untuk memastikan kestabilan tren baru.
Profit target berlapis bisa dicapai melalui langkah-langkah bertahap. Karena pola bullish falling wedge cenderung menghasilkan pergerakan cepat setelah konfirmasi, proyeksi jangka pendek bisa mengarah pada pergerakan menuju level resistance di kisaran 1.177–1.184. Investor disarankan mengatur ukuran posisi secara proporsional dengan risiko yang telah ditentukan.
Rencana perdagangan mengandalkan sinyal BUY yang tercantum dengan rencana TP bertahap dan SL yang relatif ketat. Open diperkirakan berada di sekitar area 1.1745, dengan TP utama di 1.18442 untuk memaksimalkan peluang yang diidentifikasi. Sasaran tersebut memenuhi kriteria risiko terhadap imbalan minimal 1 banding 1,5 sehingga sesuai dengan gaya trading yang diusung.
Manajemen risiko menjadi prioritas utama, dengan penempatan stop loss di 1.17068 untuk membatasi potensi kerugian jika pasar berbalik. Disarankan untuk memantau pergerakan harga secara berkala dan mempertimbangkan exit jika momentum melemah atau jika pola teknis berubah. Pelaku pasar juga bisa mempertahankan sebagian posisi sambil menilai peluang pembalikan lanjutan.
Strategi ini menekankan konsistensi antara analisis teknikal dengan tujuan perdagangan. Jika target target tercapai secara bertahap, investor dapat meninjau ulang level-entry dan menyesuaikan rencana manajemen risiko. Secara keseluruhan, potensi pergerakan EURUSD terlihat menarik selama periode volatilitas sedang dan fokus pada konfirmasi pola.