Pasangan EURUSD diperdagangkan mendekati 1.17 menjelang pertemuan FOMC. Pasar memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada level saat ini dan tidak memberikan arah kebijakan jangka ke depan yang tegas. Kebijakan Fed yang tidak berubah sering menimbulkan volatilitas mata uang utama, tergantung pada komentar pejabat bank sentral. Investor tetap waspada terhadap data makro dan pernyataan pejabat yang bisa memicu pergeseran arah pasar.
Dalam konteks ini, ekspektasi inflasi di zona Euro menunjukkan peningkatan yang signifikan. Survei perbankan menunjukkan bank-bank menaikkan standar pemberian kredit, mencerminkan kekhawatiran terhadap risiko pelunasan. Data inflasi Jerman dan Spanyol yang akan dirilis dipandang sebagai input penting bagi pandangan terhadap euro ke depan. Pasar menilai bahwa arah ECB bisa lebih tegas jika tren inflasi berlanjut.
Indikator kepercayaan bisnis Komisi Eropa juga menjadi fokus bagi prospek mata uang. Laporan tersebut menunjukkan ekspektasi harga jual yang meningkat, memberikan gambaran tentang tekanan harga di masa depan. Secara pasar menilai bahwa data soal kepercayaan bisnis bisa memperkuat sinyal kebijakan ECB jika inflasi tetap tinggi. Karena itu, pergerakan EUR/USD bisa terdorong jika ECB menunjukkan kesiapan untuk menyeimbangkan permintaan dengan kebijakan yang lebih tegas.
Laporan Bank Lending Survey ECB menunjukkan bahwa bank-bank di wilayah euro memperketat standar kredit di semua jenis pinjaman pada kuartal pertama. Kondisi ini sebagian dipicu oleh peningkatan persepsi risiko dan kekhawatiran atas kualitas kredit. Bank-bank juga menilai risiko aset dan likuiditas sebagai faktor pendorong kebijakan kredit yang lebih ketat. Dampaknya terhadap permintaan pinjaman bisa menahan pertumbuhan ekonomi beberapa kuartal ke depan.
Analisis menunjukkan bahwa pengetatan diperkirakan berlanjut pada kuartal kedua, sehingga aktivitas kredit bisa melambat lebih lanjut. Tekanan ini diharapkan membantu menahan laju permintaan dalam ekonomi euro, terutama menjelang keputusan suku bunga di musim panas. Risiko inflasi juga tetap tinggi meski suku bunga telah dinaikkan beberapa kali, sehingga volatilitas EUR cenderung tetap tinggi.
Survei ekspektasi inflasi konsumen untuk Maret menunjukkan lonjakan ekspektasi CPI dalam satu tahun menjadi sekitar 4,0 persen, sementara ekspektasi tiga tahun mendaki ke sekitar 3,0 persen. Pergerakan ini dianggap mencerminkan perubahan sikap pasar terhadap kebijakan moneter jangka menengah. Para analis menilai bahwa peningkatan ekspektasi inflasi memperkuat nada hawkish pada ECB, yang pada akhirnya menambah dukungan bagi pergerakan EUR.