Analis MUFG, Michael Wan, menilai data AS yang lebih lemah telah mendorong penurunan imbal hasil Treasury AS dan mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Repricing ini juga terlihat jelas pada pasangan USD/JPY yang menembus level di bawah 155. Sementara itu, pergerakan dolar secara luas dan sentimen risiko menunjukkan pola yang lebih beragam menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP).
Imbal hasil 10-tahun AS turun sekitar 4.15%, dan pasar futures Fed Funds menunjukkan peluang pemangkasan lebih banyak, dengan pemangkasan Juni sepenuhnya sudah harga. Hal ini mencerminkan perubahan ekspektasi kebijakan jangka pendek akibat data ekonomi yang lebih lemah. Sinyal ini menambah tekanan pada dolar AS dalam beberapa hari mendatang.
Dari sisi teknikal, dampaknya paling terlihat pada USD/JPY yang turun di bawah 155, sementara arah dolar dan sentimen risiko tetap campur aduk menjelang NFP. Pergerakan ini menekankan bagaimana dinamika kebijakan moneter dan risiko global bisa memicu volatilitas pada pasangan mata uang utama. Investor memperhatikan isyarat teknikal dan berita kebijakan untuk menentukan arah perdagangan dalam beberapa hari mendatang.
Rilis data December US retail sales menunjukkan tidak ada pertumbuhan bulan ke bulan, meleset dari ekspektasi 0,4% mom. Angka ini menambah fokus pada momentum belanja konsumen menjelang liburan dan mengindikasikan bahwa belanja rumah tangga bisa tetap lemah di ujung tahun. Selain itu, badai dingin ekstrim pada Januari juga diperkirakan memberi tekanan tambahan pada angka ritel tersebut.
Reaksi pasar terhadap data tersebut tercermin dalam pergeseran harga aset berisiko dan penyesuaian imbal hasil obligasi. Banyak investor menilai sikap berhati-hati akan tetap menjadi tema hingga rilis data NFP, sehingga volatilitas bisa meningkat di pasar mata uang dan fixed income. Secara kebijakan, pasar memperkirakan Fed akan menimbang pemangkasan lebih lanjut, yang dapat memberi tekanan pada dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Sentimen risiko yang membaik atau memburuk sejalan dengan pergerakan yield dapat memperdalam tekanan pada USD/JPY jika dolar melemah dan jalur pemangkasan suku bunga AS terus berlanjut. Penurunan yield cenderung mempertegas korelasi negatif terhadap dolar, meskipun faktor eksternal seperti risiko geopolitik dan kondisi pasar global juga perlu diperhatikan. Dampak ini menambah dimensi teknikal bagi trader yang mengamati USD/JPY pada pergerakan harian.
Dengan konteks data saat ini, skenario lanjutan sangat bergantung pada bagaimana data NFP dan komunikasi kebijakan bank sentral membentuk ekspektasi pasar. Trader disarankan menilai dinamika kurva imbal hasil, pergerakan USD terhadap pasangan utama, dan tingkat volatilitas yang bisa meningkat menjelang rilis data kunci. Manajemen risiko yang kuat menjadi prioritas untuk menjaga posisi tetap terjaga meskipun volatilitas meningkat.
Sekaligus, analisis ini tidak mengarahkan pada sinyal beli atau jual eksplisit karena informasi yang tersedia belum cukup untuk rekomendasi spesifik. Namun, penurunan yield dan potensi pemangkasan Juni dapat mengubah dinamika tekanan terhadap dolar, terutama jika USD/JPY terus turun. Peta peluangnya bergantung pada bagaimana data berikutnya memantapkan ekspektasi pasar.
Pendekatan trading yang seimbang dan disiplin menjadi sangat penting di lingkungan ini. Sinyal pasar saat ini lebih mengarah pada kehati-hatian dibandingkan entri besar, dengan garis panduan risk-reward minimal sekitar 1:1,5. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.