
Rapat komite kebijakan Federal Reserve menunjukkan bahwa hampir separuh anggota memprakirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Ketika Ketua Fed, Warsh, menolak memberikan panduan ke depan, fokus bank sentral bergeser pada stabilitas harga. Kondisi ini menandai adanya perbedaan pendapat yang membentuk lanskap kebijakan secara keseluruhan.
Penilaian dot plot mengungkap bahwa 9 dari 19 pembuat kebijakan memperkirakan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, sehingga probabilitas Desember mendekati 85 persen. Sementara itu, Warsh tidak ikut dalam dot plot, namun menegaskan bahwa forward guidance tidak tepat untuk kondisi saat ini. Pasar juga menilai peluang kenaikan Desember meningkat dibandingkan sebelumnya.
Dolar AS menguat, dengan indeks DXY menyentuh level tertinggi sekitar 100.81, tertinggi sejak Mei 2025. Hawkish ini menambah tekanan pada logam kuning sembari menjaga risiko pasar tetap terangkat oleh optimisme mengenai berakhirnya konflik regional dan kinerja positif sektor teknologi. Secara umum, dinamika kebijakan dan pergerakan dolar membentuk kerangka bagi pergerakan harga komoditas lain.
Harga emas melemah sekitar 0.7 persen pada hari Kamis karena para pelaku pasar menyerap sinyal hawkish Fed, sehingga dolar menguat dan menekan emas. XAU/USD tercatat sekitar 4.223 dolar per troy ounce setelah sempat menyentuh 4.330. Pergerakan ini menambah tekanan dekat level teknikal penting menjelang rilisan data utama.
Secara teknikal, emas meluncur di bawah area 4.300 dan RSI menunjukkan momentum jual yang menguat. Jika harga turun menembus 4.200, peluang untuk menguji swing low 4.023 menjadi lebih besar. Sebagai alternatif, kenaikan hanya bisa berlanjut jika harga menembus 4.300 dan melanjutkan ke level psikologis sekitar 4.350–4.400.
Kondisi pasar saat ini cenderung dipengaruhi faktor teknikal dengan dinamika volatilitas yang sedang berlangsung. Meskipun ada potensi rebound, arah jangka pendek tetap bergantung pada sentimen global dan data ekonomi mendatang. Level kunci 4.300 menjadi fokus utama bagi pembaca untuk menentukan arah perdagangan kedepan.
Rencana data pekan depan mencakup PMIs, pertumbuhan PDB final Q1 2026, data pekerjaan, dan Core PCE. Rilis tersebut diperkirakan mempengaruhi arah dolar dan harga komoditas secara umum. Investor menantikan pandangan komprehensif atas laju inflasi dan aktivitas ekonomi untuk memperbaiki proyeksi kebijakan.
Klaim pengangguran awal AS turun menjadi 226 ribu, sedikit di atas ekspektasi 225 ribu, menunjukkan tenaga kerja tetap kukuh meski ada tekanan inflasi. Angka ini memberikan kepastian bagi pasar bahwa kondisi pekerjaan tetap kuat, sehingga bisa mendorong ekspektasi tetap pada jalur kebijakan saat ini. Data ini juga menambah bobot pada sentimen risiko dan volatilitas pasar secara keseluruhan.
Investor menantikan Core PCE sebagai ukuran inflasi yang disukai bank sentral. Jika inflasi terus membaik, peluang untuk jeda pengetatan dapat meningkat. Namun jika inflasi tetap tinggi, volatilitas pasar bisa meningkat dan memberi dampak terhadap arah emas dan dolar secara bersamaan.