Fed Pertahankan Kebijakan Restriktif Saat Inflasi Mendekati 3%: Implikasi untuk Pertumbuhan dan Pasar Global

Fed Pertahankan Kebijakan Restriktif Saat Inflasi Mendekati 3%: Implikasi untuk Pertumbuhan dan Pasar Global

trading sekarang

Kebijakan Fed menempatkan fokus pada menjaga kondisi moneter tetap restriktif karena inflasi mendekati level sekitar 3 persen. Jeffrey Schmid, Presiden Fed Kansas City, menegaskan komentar siap forum ekonomi di Albuquerque, New Mexico, guna menekankan kehati-hatian dalam mengurangi tekanan harga. Narasi ini menegaskan bahwa langkah kebijakan tidak bisa terlalu cepat dilonggarkan meski beberapa tanda pelonggaran sudah terlihat.

Penurunan tingkat suku bunga lebih lanjut bisa membuat inflasi bertahan lebih lama karena permintaan masih kuat dan pasokan belum memperbaiki diri secara memadai. Dengan demikian, kebijakan yang bersifat akomodatif dapat memperpanjang periode inflasi di atas target 2%, dan bukan sebaliknya. Para pembuat kebijakan juga memperhitungkan bagaimana ekspektasi inflasi dapat berubah jika langkah-langkah pelonggaran diambil terlalu dini.

Menurut data terbaru, belum terlihat bukti kuat bahwa level suku bunga saat ini secara nyata menahan perekonomian. Schmid menekankan pentingnya menjaga kebijakan restriktif saat inflasi mendekati 3% sebagai jangkar stabilitas harga. Sementara itu, peningkatan produktivitas bisa mempercepat pertumbuhan tanpa menaikkan inflasi, meskipun tantangan teknis dan struktural masih ada.

Inflasi tetap tinggi karena permintaan tetap unggul dibandingkan kemampuan pasokan untuk memenuhi kebutuhan. Pasar tenaga kerja yang ketat dan dinamika belanja rumah tangga mendorong harga ke atas meski beberapa sektor produksi sedang mencoba menyesuaikan. Kondisi ini menempatkan tekanan pada kebijakan moneter untuk menahan laju inflasi agar tidak keluar dari jalur.

Ada peluang bagi otoritas untuk mengurangi tekanan cadangan bank sambil menjaga stabilitas neraca, sehingga memberi ruang kebijakan ke depan. Pergeseran neraca bisa memudahkan langkah-langkah pengetatan di masa mendatang jika diperlukan. Semua itu sangat bergantung pada bagaimana bank-bank sentral merespon kejutan harga dan ekspektasi pasar.

Kebijakan yang diterapkan saat ini dipandang bersifat transitory jika respons bank sentral menahan kejutan harga sebagai sementara. Fed perlu fokus pada target inflasi 2% dan menilai apakah perubahan harga akan melandai tanpa menekan pertumbuhan. Peningkatan produktivitas bisa datang dari karyawan yang tetap bekerja lebih lama serta peningkatan efisiensi, sehingga mendukung pertumbuhan tanpa lonjakan harga.

Produktivitas yang lebih tinggi berpotensi mempercepat peningkatan produk domestik tanpa mendorong inflasi, asalkan kebijakan tetap terarah pada kestabilan harga. Peningkatan efisiensi bisa terjadi melalui tenaga kerja yang lebih lama bertahan di pekerjaan dan investasi pada inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Namun, saat ini bukti nyata masih terbatas dan tantangan struktural tetap ada.

Rencana menjaga inflasi di level 2% menuntut koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta manajemen ekspektasi pasar. Perbaikan produktivitas dapat mengurangi tekanan pada upah dan harga, tetapi efek translasinya mungkin memerlukan waktu. Investor perlu memahami bahwa dinamika kebijakan bisa mengubah aliran modal dan volatilitas harga di berbagai aset.

Implikasi bagi pasar global, terutama bagi investor di aset berisiko dan mata uang, memerlukan pendekatan yang hati-hati dan terdiversifikasi. Tinjauan terhadap neraca bank sentral, likuiditas, dan ekspektasi inflasi akan menjadi fokus utama. Cetro Trading Insight menyarankan pandangan jangka menengah yang menyeimbangkan pertumbuhan dengan risiko inflasi agar portofolio tetap resilien.

broker terbaik indonesia