Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,5% hingga 3,75% pada pertemuan awal tahun 2026. Prediksi ini didorong oleh data inflasi yang melunak namun tetap mengharuskan perhatian terhadap dinamika tenaga kerja. Investor menimbang komentar Ketua Powell sebagai faktor penentu arah berikutnya bagi mata uang utama.
Powell kemungkinan mengedepankan nada kebijakan yang seimbang, menunjukkan pelonggaran bertahap tanpa mengubah kerangka kebijakan secara mendasar. Banyak analis menilai kebijakan akan mendekati netral sambil menjaga jalur komunikasi yang jelas untuk mencegah volatilitas berlebih. Perkiraan ini menambah fokus pada bagaimana pernyataan pasca rapat dapat memicu pergerakan USD terhadap euro.
Indikator pasar pun menggambarkan ekspektasi tersebut: FedWatch CME menilai peluang penahanan mendekati 98% untuk Januari, dengan peluang pemotongan 25 bps pada Maret yang dipertimbangkan pasar. Jajak pendapat Reuters menunjukkan semua ekonom tidak mengubah suku bunga pada Januari, dan sebagian besar mengindikasikan tidak ada pemotongan di kuartal pertama. Secara umum, skenario pasar cenderung netral hingga mendekati netral, dengan risiko volatilitas terkait dinamika berita.
Secara teknikal, RSI berada di sekitar zona jenuh beli pada grafik harian, meskipun EURUSD tetap bertahan di atas SMA 20-hari dan SMA 100-hari. Kondisi ini menunjukkan bias bullish jangka pendek, meskipun ada risiko koreksi bila data takjalan sesuai harapan. Secara umum, tren masih mendukung pergerakan ke atas dalam jangka pendek.
Resisten terdekat terletak di sekitar 1,1918, dilanjutkan dengan 1,2000 sebagai target bulat jika momentum tetap positif. Sisi support berada pada 1,1821, kemudian 1,1760 dan 1,1710 sebagai pijakan jika ada tekanan jual. Penutupan harian di bawah 1,1710 bisa membuka jalan menuju 1,1600 dalam skenario koreksi mendalam.
Faktor lain yang patut diawasi adalah nada Powell pada konferensi pers: jika dia menunjukkan dovish offset untuk inflasi sambil menjaga pasar tenaga kerja, EURUSD bisa menguat lebih lanjut. Namun, jika pesan kebijakan lebih hawkish dan menegaskan risiko inflasi, USD bisa rebound, menambah volatilitas di pasar.
Berdasarkan sinergi antara faktor fundamental dan sinyal teknis, peluang long EURUSD terlihat lebih kuat jika harga menembus level resistance utama tanpa pembalikan signifikan. Investor sebaiknya memantau bagaimana rilis Fed dan komentar Powell mempengaruhi volatilitas intraday. Kondisi pasar saat ini menyiratkan peluang dengan rasio risiko-kemungkinan yang menjanjikan jika level teknis di atas terpenuhi.
Rencana entry yang direkomendasikan adalah open sekitar 1.1840, dengan target di 1.2000 dan stop di 1.1760. Jika harga bergerak lebih tinggi, manajemen trailing stop dapat dipertimbangkan untuk mengunci keuntungan. Tetap penting menjaga ukuran posisi sesuai dengan toleransi risiko dan menghindari overexposure menjelang rilis berita.
Manajemen risiko menjadi kunci untuk menghindari kerugian besar jika volatilitas meningkat akibat pernyataan Powell, proyeksi kebijakan di Maret, atau dinamika politik yang dapat memicu pergerakan signifikan di pasar mata uang. Disarankan investor selalu memantau jam pelaksanaan konferensi pers dan rilis data ekonomi pendukung. Dengan pendekatan disiplin, peluang yang muncul dari skenario netral hingga dovish pada Fed dapat direalisasikan secara lebih konsisten.