Menurut RaboResearch dari Rabobank, permintaan gas di Eropa diperkirakan menurun secara bertahap, mencakup kebutuhan pemanas, sektor industri, dan pembangkit listrik. Analisis ini menyoroti bahwa perubahan signifikan akan berlangsung secara bertahap karena sebagian besar pengguna mengandalkan gas sebagai jantung pasokan energi. Struktur pasar serta faktor inflasi harga membuat transisi terasa lambat bagi banyak pengguna.
Walaupun Uni Eropa dan Inggris menetapkan hukum iklim yang menuntut pengurangan besar penggunaan gas pada 2030 dan 2040, gas tetap menjadi komponen sentral dalam campuran energi. Peralihan menuju sumber energi bersih menghadapi kendala infrastruktur, biaya, dan kecepatan adopsi teknologi baru. Hal ini membuat gas menjadi pilihan antara mitigasi risiko dan peluang stabilitas pasokan.
Zero Carbon Analytics memproyeksikan permintaan gas turun menjadi sekitar 256 bcm/tahun pada 2030 dan 117 bcm/tahun pada 2040, sebuah penurunan sekitar 66% dari level 2023. Namun kenyataannya di pasar Eropa bisa lebih lambat tergantung kesiapan infrastruktur dan alternatif rendah karbon yang tersedia. Kebijakan iklim menekankan perlunya diversifikasi, tetapi gas tetap berperan penting secara historis.
Konteks geopolitik dan pilihan independensi energi UE memperkuat posisi gas sebagai bagian sentral campuran energi meski tekanan dekarbonisasi meningkat. Faktor struktural seperti keterbatasan opsi rendah karbon lain (biometana, hidrogen hijau) memperlambat peralihan dari gas. Akibatnya gas tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan.
Pada skenario permintaan yang masih bertahan terhadap pembangkit listrik, proses industri, dan pemanas rumah tangga, gas menunjukkan keberlanjutan perannya meski komitmen iklim meningkat. Peralihan menuju elektrifikasi di beberapa sektor akan mengurangi konsumsi gas, namun transisi memerlukan investasi besar. Tantangan logistik serta biaya infrastruktur akan membentuk laju penurunan permintaan.
Laju perubahan tergantung pada kecepatan adopsi hidrogen hijau, biomethane, dan solusi energi alternatif. Ketersediaan dan biaya teknologi ini belum masif di banyak pasar. Risiko geopolitik juga bisa mempengaruhi pasokan dan harga gas.
Gas tetap menjadi komponen penting untuk pembangkit listrik, industri, dan pemanas pada banyak negara Eropa, meski target dekarbonisasi mengubah dinamika pasar energi. Kebijakan iklim EU menekankan efisiensi, diversifikasi, dan keamanan pasokan untuk menjaga kestabilan jaringan. Analisis ini menyoroti bahwa gas akan tetap relevan sebagai penghubung transisi sambil menyiapkan alternatif lebih bersih.
Transisi energi menuntut pendekatan berimbang: mempercepat deployment energi terbarukan sambil menjaga keamanan pasokan melalui gas hingga solusi rendah karbon yang lebih murah tersedia. Kebijakan jangka panjang menekankan investasi infrastruktur, insentif teknologi bersih, dan diversifikasi sumber energi. Cetro Trading Insight menekankan perlunya strategi komprehensif yang menggabungkan gas dan opsi hijau untuk menjaga keandalan pasokan.