HILL Tbk Anjlok Tajam: Analisis Bisnis Hillcon Tbk, Kepemilikan, Proyek Tambang, dan Sinyal Trading

HILL Tbk Anjlok Tajam: Analisis Bisnis Hillcon Tbk, Kepemilikan, Proyek Tambang, dan Sinyal Trading

Signal H/ILLSELL
Open58.000
TP54.000
SL60.000
trading sekarang

Kamis, 19 Februari 2026, saham Hillcon Tbk (HILL) berada di deretan top loser harian setelah turun signifikan sebesar 14,71% pada penutupan di Rp58 per saham. Kondisi ini mencerminkan tekanan jual yang meningkat di kalangan investor terhadap emiten yang beroperasi di sektor energi, pertambangan, dan konstruksi melalui jaringan anak usahanya.

Hillcon Tbk tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia dan berfungsi sebagai perusahaan holding dengan layanan konsultasi manajemen, jasa pertambangan, serta konstruksi melalui anak usaha. Struktur bisnis ini memungkinkan perusahaan untuk menata portofolio layanan yang beragam, meski rentan terhadap dinamika harga komoditas dan proyek infrastruktur.

Sejarah perusahaan mencatat bahwa Hillcon didirikan pada 1995 sebagai Hillconjaya Sakti, melalui beberapa tahap perubahan kepemilikan dan nama hingga akhirnya berkembang ke bidang pertambangan serta jasa konstruksi. Sejak 2020, perseroan telah menyelesaikan lebih dari 244 proyek dan mulai menangani proyek batu bara Sebuku Tanjung Coal, sembari memperluas kehadiran lewat pendirian anak usaha baru. Perkembangan ini menjadi fondasi bagi ekspansi bisnis di sektor pertambangan dan properti dalam beberapa tahun terakhir.

Kepemilikan mayoritas di HILL hingga akhir Januari 2026 dimiliki oleh PT Hillcon Equity Management dan Hersan Qiu. Hillcon Equity Management tercatat menguasai 6,30 miliar saham, setara 42,76% dari total saham terdaftar, sehingga menjadi pengendali utama perseroan.

Pemegang saham utama lainnya berkaitan dengan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yaitu Hersan Qiu, yang juga berperan sebagai direktur utama perseroan. Informasi ini menggarisbawahi konsentrasi kendali yang cukup kuat di tangan satu kelompok dan individu utama.

Hillcon Tbk resmi mencatatkan sahamnya di bursa pada 2023 melalui IPO yang melepas 442 juta saham dengan harga penawaran Rp1.250 per saham. Dari aksi IPO tersebut, perseroan mengantongi dana sekitar Rp552,87 miliar, yang digunakan untuk pendalaman portofolio bisnis dan pembiayaan proyek yang direncanakan.

Analisa harga dan sinyal perdagangan

Perdagangan 19 Februari 2026 menunjukkan HILL ditutup auto-reject bawah pada harga Rp58 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham ini mencatatkan penurunan sekitar 63,98%, menandai tren korektif yang berat dan menguji level psikologis investor terhadap emiten yang beroperasi di sektor tambang dan energi.

Proyek-proyek tambang nikel di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah, serta inisiatif batu bara di Kalimantan Selatan dan potensi proyek nikel di wilayah lain, menjadi pilar utama diversifikasi portofolio. Namun, prospek kinerja ke depan sangat bergantung pada realisasi proyek, harga komoditas, serta kemampuan perusahaan untuk mengatasi risiko operasional dan likuiditas yang ada.

Berdasarkan isi artikel ini, sinyal trading yang relevan adalah SELL. Titik masuk yang diusulkan adalah open 58 dengan target profit (tp) 54 dan stop loss (sl) 60. Jenis sinyal: teknikal. Rasio risiko/imbalan yang diusung sekitar 4 poin keuntungan versus 2 poin risiko, atau sekitar 2:1,5, sesuai standar manajemen risiko. Investor tetap perlu memantau pergerakan harga, rilis laporan keuangan, dan perkembangan proyek untuk memperbarui rekomendasi.

broker terbaik indonesia