Inflasi Inggris Turun ke 3% YoY; CPI Diperkirakan Mendekati 2% Menjelang Musim Semi 2026

Inflasi Inggris Turun ke 3% YoY; CPI Diperkirakan Mendekati 2% Menjelang Musim Semi 2026

trading sekarang

Laporan dari Deutsche Bank yang diulas oleh Cetro Trading Insight menunjukkan inflasi Inggris turun menjadi 3% secara tahunan, level terendah sejak Maret 2025. Penurunan ini terutama didorong oleh pelemahan harga barang inti dan makanan, sementara tekanan inflasi pada sektor jasa tetap berada di jalur yang lebih tinggi.

Menurut Sanjay Raja, kepala ekonom UK di Deutsche Bank, jalur disinflasi masih terjaga. CPI diproyeksikan bergerak mendekati 2% menjelang musim semi, disertai perlambatan momentum harga menuju kuartal kedua 2026.

Meskipun layanan menunjukkan momentum yang masih kuat di awal tahun, proyeksi menunjukkan CPI akan melanjutkan tren turun karena beberapa kenaikan harga administratif besar keluar dari perhitungan tahunan. Secara keseluruhan, momentum harga diperkirakan melunak dari sekitar 3% y/y di Q1-26 menjadi sedikit di atas 2% y/y di Q2-26.

Raja menekankan bahwa sejumlah faktor administratif besar akan menghilang dari perhitungan tahunan, sehingga tekanan inflasi pada sektor jasa cenderung menurun seiring waktu.

Meski ada sedikit lonjakan momentum harga inti di awal tahun, tren secara keseluruhan diperkirakan membawa CPI turun lebih signifikan menuju musim semi.

Proyeksi tersebut menunjukkan momentum harga berada dalam rentang sekitar 2.2%-2.5% y/y menjelang Q2-2026, dengan variasi yang relatif kecil sepanjang 2026.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang tempo kebijakan moneter Inggris serta implikasinya bagi nilai tukar pound dan imbal hasil obligasi jangka menengah.

Bagi pelaku pasar, pergerakan inflasi yang menurun bisa membentuk ekspektasi suku bunga jangka menengah dan volatilitas sektor jasa, meski arah pastinya masih bergantung pada dinamika biaya.

Meskipun laporan menunjukkan kemunduran momentum inflasi, analisis saat ini menekankan perlunya evaluasi cermat atas risiko dan peluang, dengan fokus pada strategi investasi yang menyeimbangkan faktor biaya jasa dan faktor administratif.

broker terbaik indonesia