
BoE memutuskan tidak mengubah suku bunga pada 3.75% dengan voting 7-2, meskipun dua anggota dewan mendorong kenaikan menjadi 4.00%.
Ketidakpastian terhadap outlook inflasi dan volatilitas harga energi memperlihatkan sikap hati-hati di antara para pembuat kebijakan, yang berdampak pada pergerakan mata uang.
Harga energi melonjak karena konflik di Timur Tengah, dan inflasi diperkirakan meningkat sepanjang tahun, menambah tekanan pada GBP secara keseluruhan.
Dalam kerangka waktu 4 jam, GBP/USD diperdagangkan sekitar 1.3205, dengan bias bearish yang bertahan di bawah 20-period SMA sebesar 1.3363 dan 100-period SMA di sekitar 1.3404.
RSI berada di wilayah oversold sekitar 25, menunjukkan tekanan jual berlebih meski tren turun tampak terkalibrasi, sedangkan tumpukan resistance di atas harga membatasi pergerakan ke atas.
Kunci level resisten utama berada di sekitar 1.3227, kemudian 1.3262 dan 1.3298, di atasnya terdapat barrier kuat di sekitar 1.3324. Di bawah, tidak terlihat support chart terdekat yang signifikan, sehingga potensi downside tetap terbuka selama seller memegang kendali.
Sinyal trading yang dianjurkan berdasarkan analisis teknikal adalah short pada GBP/USD dengan saat ini terbuka di sekitar 1.3205. Target profit ditetapkan di sekitar 1.3120 dan stop loss di sekitar 1.3260, memberi risiko-risiko yang seimbang.
Rasio risk-reward minimal 1:1.5 tercapai jika rencana terbukti, dengan potensi pergerakan ke bawah lebih lanjut bila tekanan di bawah level support terdekat bertahan. Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca Indonesia.
Catatan: analisis ini bersifat teknikal dan fundamental; hasil tidak dijamin; lakukan manajemen risiko sebelum melakukan trading.