Investors menantikan rilis CPI AS yang akan menentukan arah kebijakan Federal Reserve. Data ini berpotensi mengubah ekspektasi mengenai jeda atau pemangkasan suku bunga, yang pada akhirnya memengaruhi permintaan terhadap dolar AS. Ketidakpastian mengenai independensi Fed dan kemungkinan pemotongan bertahap tetap menjadi faktor penyangga bagi dolar.
Kebijakan Fed yang lebih longgar bisa meningkatkan volatilitas pada GBPUSD karena pergeseran suku bunga AS berdampak langsung pada perbandingan kebijakan dengan Inggris. Di sisi lain, gejolak politik global menurun sebagian, memberikan ruang bagi sterling untuk mempertahankan beberapa pijakan harga. Para trader tetap waspada karena CPI bisa mengubah dinamika aliran modal pada sesi berikutnya.
Harga GBPUSD masih berada di sekitar 1.3600 menjelang data utama, tanpa bukti tren naik atau turun yang kuat. Jika CPI menunjukkan tekanan inflasi, pasar bisa menilai ulang peluang pemotongan Fed pada 2026, yang membawa sentimen dolar lebih kuat. Sementara itu, pernyataan BoE dan perkembangan fiskal Inggris menjadi kunci untuk menentukan arah pasangan ini.
Secara teknikal, GBPUSD beroperasi di kisaran dekat 1.3600 dengan volatilitas relatif rendah. Level tersebut berfungsi sebagai pivot penting karena penembusan ke bawah bisa membuka jalur menuju 1.3550 atau lebih rendah. Sebaliknya, rintangan di sekitar 1.3640 menunjukkan batas atas di mana kejutan kebijakan bisa mengubah dinamika harga.
Faktor risiko global juga membentuk sentimen: permintaan dolar cenderung menguat dalam kondisi risk-off, membatasi potensi kenaikan bagi pasangan ini. Di saat yang sama, ekspektasi BoE yang lebih dovish menguatkan argumen untuk pelemahan sterling jika data Inggris tidak mendukung. Investor akan menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum mengambil posisi besar.
Secara keseluruhan, pola teknikal menunjukkan GBPUSD rentan pada pergerakan volatilitas yang tidak menentu hingga rilis CPI. Penembusan di bawah 1.3600 bisa menambah fokus ke target 1.3550 dan 1.3500, sementara lonjakan di atas 1.3660 bisa memicu pembalikan menuju level yang lebih tinggi. Kejelasan arah akan bergantung pada bagaimana CPI dan komentar bank sentral membentuk ekspektasi pasar.
Konteks kebijakan saat ini menggambarkan perbedaan antara kebijakan BoE yang cenderung lemah dan kemungkinan Fed melanjutkan kursus penurunan suku bunga secara bertahap. Ketidakpastian politik di Inggris mulai mereda setelah dukungan terhadap pemerintahan saat ini, memberikan stabilitas bagi sterling. Kondisi ini menambahkan sedikit peluang bagi GBPUSD untuk spekulasi dalam jangka pendek.
Dari sisi risiko, pergerakan CPI AS menjadi pusat perhatian karena jawabannya akan memengaruhi langkah Fed ke depan. Pasar menantikan komentar pejabat bank sentral yang dapat mengubah arah kebijakan, yang pada gilirannya memicu volatilitas. Trader perlu menjaga manajemen risiko yang disiplin dengan stop loss dan target profit yang realistis.
Rencana trading yang pragmatis adalah menahan posisi besar sebelum data utama dirilis. Jika data CPI mendukung spekulasi dovish Fed, sinyal jual bisa diperkuat dengan konfirmasi teknikal. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.