USD/CAD Menguat di Sekitar 1.3615 Didukung Data NFP AS dan Prospek Kebijakan Fed

USD/CAD Menguat di Sekitar 1.3615 Didukung Data NFP AS dan Prospek Kebijakan Fed

Signal USD/CADBUY
Open1.362
TP1.378
SL1.355
trading sekarang

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membahas pergerakan pasangan USD/CAD yang mendekati level 1.3615 pada sesi Asia Jumat. Pergerakan ini sebagian dipicu oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dan harapan bahwa Federal Reserve kemungkinan menunda pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Meskipun begitu, investor juga menimbang risiko bahwa komentar dovish dari pejabat Fed bisa mendorong dolar melemah dalam jangka pendek.

Analisis kami menyoroti bagaimana dinamika data AS dan sentimen kebijakan moneter memengaruhi arah pasangan ini. Ketahanan pasar tenaga kerja AS menambah dukungan bagi dolar, sementara tekanan dari harga minyak global menambah kompleksitas bagi CAD yang lebih sensitif terhadap komoditas. Secara umum, langkah yang diambil oleh pelaku pasar akan sangat dipengaruhi oleh rilis data selanjutnya dan komentar pejabat bank sentral.

Secara teknikal, USD/CAD bergerak di sekitar 1.3615 dengan kemungkinan pergerakan menuju area lebih tinggi jika momentum bullish tetap bertahan. Pasar mempertimbangkan peluang bahwa USD bisa menguat lebih lanjut ke level sekitar 1.37 bila momentum mendukungnya. Namun, volatilitas tetap ada karena faktor eksternal seperti harga minyak dan pernyataan pejabat Fed bisa mengubah arah secara mendadak.

Laju pekerjaan AS pada Januari memberikan sinyal kuat bahwa ekonomi tetap berjalan dengan momentum yang cukup untuk menahan laju pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Nonfarm Payrolls naik 130 ribu sementara pengangguran turun menjadi 4,3%, menyiratkan pasar tenaga kerja yang lebih ketat daripada ekspektasi pasar. Analisis Cetro Trading Insight menilai data ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan Federal Reserve kemungkinan tetap pada jalurnya dalam beberapa bulan mendatang.

Para pedagang menimbang bahwa data ketenagakerjaan yang kuat mengurangi urgensi pemotongan bunga segera. Hal ini menjelaskan mengapa greenback mempertahankan kekuatannya terhadap CAD meskipun beberapa pejabat Fed berbicara soal ketersediaan untuk melonggarkan kebijakan secara bertahap. Sinyal pasar menunjukkan peluang pemotongan yang lebih lambat atau mungkin diubah menjadi jeda dalam beberapa pertemuan, sehingga membawa volatilitas pada pasangan USD/CAD.

Meski demikian, beberapa anggota dewan Fed menekankan bahwa kebijakan bisa bergerak lebih longgar jika data ekonomi mereda. Penilaiannya menambah nuansa bahwa pergerakan dolar dekat jangka menengah bisa bergantung pada kejutan data tenaga kerja berikutnya. Investor tetap fokus pada arah kebijakan moneter AS sambil menimbang risiko eksternal, termasuk dinamika harga minyak dan kondisi global.

Hubungan antara harga minyak dan CAD turut membentuk arah USD/CAD akhir-akhir ini. Kanada adalah eksportir minyak mentah utama, sehingga koreksi harga minyak yang signifikan bisa menekan CAD secara langsung. Saat ini, harga minyak global cenderung turun karena proyeksi perlambatan permintaan global pada 2026, menambah tekanan pada pasangan mata uang yang sensitif terhadap komoditas seperti USD/CAD.

Penurunan harga minyak memberi beban tambahan pada CAD karena pendapatan negara berorientasi ekspor minyak berkurang. Di sisi lain, pergerakan dolar yang relatif kuat memicu gejolak nilai tukar yang lebih besar terhadap CAD saat likuiditas global tetap terjaga. Investor menilai sinyal teknikal dan data makro untuk mengidentifikasi peluang masuk ke posisi baru pada pasangan ini.

Sebagai kesimpulan, arah jangka pendek USD/CAD bergantung pada dua pilar utama: evolusi harga minyak dan arah kebijakan Fed. Jika minyak pulih dan Fed menahan suku bunga tanpa terlalu keras, CAD bisa menguat terhadap dolar, menurunkan nilai pair. Namun jika minyak tetap lemah dan Fed menunda pelonggaran terlalu lama, dolar bisa melanjutkan penguatan menuju level yang lebih tinggi.

broker terbaik indonesia