GBP/USD tampaknya mencoba menguji zona 1.3869, level tertinggi sejak September 2021. Kenaikan ini menandai kelanjutan momentum bullish dalam kerangka pola channel naik. Para pelaku pasar memantau reaksi harga di sekitar level tersebut untuk potensi pelonjakan berikutnya.
Indikator RSI 14-hari berada di 55,94, menunjukkan momentum bullish yang stabil tanpa sinyal overbought. Nilai ini berada di atas garis 50, menegaskan kekuatan pasar tanpa menunjukkan kelebihan beli berlebih. Dengan begitu, peluang kenaikan jangka pendek tetap terjaga asalkan harga tidak turun menembus level kunci.
Harga bergerak di atas moving average 9-hari, dan MA 50-hari juga berada di bawahnya, menambah bias positif untuk jangka pendek. Konstelasi moving averages yang meningkat menyoroti perbaikan latar belakang dalam kerangka menengah. Permukaan teknikal tetap mengisyaratkan tren kenaikan selama harga mempertahankan posisi di atas kedua indikator tersebut.
Dalam skenario positif, target resisten berurutan berada di 1.3869 dan 1.4110, yang merupakan batas atas dari pola ascending channel. Pecah di atas level tersebut bisa memicu rally menuju 1.4248, level tertinggi sejak April 2018. Investor yang meyakini kelanjutan tren naik akan memantau konfirmasi break untuk mengarahkan posisi lebih tinggi.
Di sisi bawah, dukungan terdekat terlihat di 1.3652 (nine-day indicator), lalu 1.3570 dan 1.3518 sebagai level penopang berikutnya. Penurunan di bawah level dukungan memperburuk kondisi teknikal dan menambah tekanan pada GBP/USD. Kondisi momentum tetap positif selama harga berada di atas level kunci ini.
Rincian sinyal perdagangan dari analisis ini adalah buy dengan open sekitar 1.3680, stop loss di 1.3652, dan target harga di 1.4248. Rasio risiko terhadap imbalan diperkirakan lebih dari 1:1,5 berdasarkan jarak SL dan TP yang ditetapkan. Bagi pelaku pasar, manajemen risiko tetap penting, dan posisi dapat disesuaikan mengikuti dinamika pasar.