Minutes dari pertemuan Februari menunjukkan bahwa RBA menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.85%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun. Pembuat kebijakan menilai bahwa tanpa pengetatan lebih lanjut, inflasi akan tetap berada di atas sasaran 2-3% untuk periode yang berkepanjangan. Trimmed mean CPI tercatat 3.4% pada Q4, sementara ekspektasi inflasi konsumen Melbourne Institutes melonjak menjadi 5.0% di Februari. Gubernur Michele Bullock menegaskan kemauan dewan untuk menaikkan suku bunga lagi jika inflasi menunjukkan tekanan persisten.
Minutes menggarisbawahi bahwa risiko inflasi tetap membebani perekonomian dan bahwa langkah kebijakan berikutnya akan menimbang data harga. Informasi inflasi 'trimmed mean CPI' mencapai 3.4% di Q4, dan ekspektasi inflasi konsumen mengikuti indikator yang naik menjadi 5.0% di Februari. Gubernur Bullock menegaskan bahwa dewan tetap siap menaikkan suku bunga lagi jika inflasi kembali menunjukkan tekanan persisten.
RBA keputusan terjadi di tengah jadwal data ekonomi global yang ketat, termasuk data pekerjaan Q4 Australia dan indeks upah. Pasar menilai bahwa retorika hawkish tetap ada meskipun rilis data berpotensi menambah volatilitas terhadap AUD. Sinyal kebijakan ini juga membentuk ekspektasi pasar terhadap pergeseran kebijakan bank sentral AS dan menekankan pentingnya pengelolaan risiko bagi trader di minggu ini.
Secara teknikal, AUDUSD menunjukkan tren bullish dengan terbentuknya golden cross pada grafik harian ketika EMA 50 melintasi EMA 200. Harga saat ini berada di sekitar 0.7050, tertarik dari titik tertinggi tahun ini di 0.7160. Selain itu, dukungan dinamis jangka panjang terus tumbuh, memberikan landasan bagi pergerakan ke atas.
Indikator momentum turut menunjukkan kekuatan tanpa keadaan overbought; RSI 14 berada sekitar 65. Pada kerangka waktu 4 jam, terlihat pola triple-top mendekati zona resistance 0.7140–0.7160, dengan EMA 50 di sekitar 0.7085 berfungsi sebagai hambatan dinamis jangka pendek. Level support utama berada di 0.7000, yang selaras dengan swing high September 2024 di 0.6940 sebagai zona balik.
Jika AUDUSD bertahan di atas 0.7000, struktur bullish tetap valid dan pembacaan teknikal menyarankan peluang lebih lanjut. Breakout di atas 0.7160 membuka target menuju 0.7200 secara psikologis. Sementara itu, jika harga gagal menjaga 0.6940, koreksi lebih dalam menuju 0.6783 pada 55-day SMA bisa terjadi.
Strategi utama menempatkan entry sekitar 0.7050 dengan stop di 0.7000 dan target awal di 0.7200. Jarak risiko sekitar 0.0050 dan potensi keuntungan sekitar 0.0150 menghasilkan rasio risiko/imbalan lebih dari 1:1.5, sesuai dengan pedoman manajemen risiko.
Faktor fundamental juga akan mempengaruhi arah, karena FOMC minutes dirilis pada hari Rabu, diikuti data Wage Price Index Q4 Australia dan laporan ketenagakerjaan pada Kamis. Ketidakpastian kebijakan bank sentral dapat memicu volatilitas jangka pendek, sehingga trader disarankan memperhatikan risiko likuiditas dan menyesuaikan posisi jika volatilitas meningkat. Secara keseluruhan, setup ini menampilkan risiko terbatas dengan peluang reward yang proporsional bagi investor yang mengikuti tingkat manajemen risiko yang ketat.
Selain itu, penting untuk mengatur ukuran posisi dan melakukan evaluasi ulang terhadap rencana trading jika rilis data ekonomi utama menunjukkan pergeseran signifikan pada arah pasar.