
GBP terlihat melemah tipis di sekitar 1.3590 terhadap USD dalam sesi Eropa, namun sentimen pasar tetap didorong oleh potensi kenaikan suku bunga BoE. Pelaku pasar memperkirakan bahwa kebijakan moneter Inggris bisa lebih hawkish jika inflasi tetap tinggi, sehingga dukungan bagi sterling. Sejumlah faktor fundamental menambah ketidakpastian tetapi arah jangka menengah tetap mendukung mata uang Inggris.
Gubernur BoE Andrew Bailey menekankan perlunya tindakan jika lonjakan harga energi menguatkan inflasi. Ia menyampaikan bahwa menunda keputusan bisa menimbulkan efek second-round yang sulit diatasi. Pernyataan tersebut mempertegas sikap hawkish otoritas moneter Inggris meski data bias di awal tahun ini menunjukkan tekanan inflasi yang berangsur menurun.
Pada pertemuan kebijakan terakhir, BoE mempertahankan suku bunga di level 3.75% untuk ketiga kalinya berturut-turut. Dari sembilan anggota MPC, Chief Economist Huw Pill menyatakan suara untuk kenaikan, sementara mayoritas memilih menjaga kebijakan. Data CPI Inggris untuk Maret menunjukkan inflasi 3.3% secara YoY, memberikan konteks bagi arah kebijakan ke depan.
Dollar AS bergerak hati-hati di tengah fokus pasar pada laporan PMI manufaktur ISM untuk April. Nada berhati-hati ini mencerminkan ketidakpastian kebijakan dan respons investor terhadap data ekonomi utama. Pergerakan saat ini juga mencerminkan harapan bahwa Fed akan menjaga jalur kebijakan yang akomodatif sepanjang tahun.
Berdekatan dengan rilis data, probabilitas bahwa Fed menahan suku bunga pada kisaran 3.50–3.75% hingga akhir tahun tercatat sekitar 83.6% menurut CME FedWatch. Nilai-nilai pasar menunjukkan fokus pada data ISM PMI untuk memberi petunjuk tentang momentum manufaktur AS.
Investor menantikan data ISM Manufacturing PMI untuk April yang dijadwalkan rilis pukul 14:00 GMT. Jika PMI menunjukkan pembacaan yang kuat, USD bisa menguat sementara jika data lemah USD bisa melemah. Secara umum, rilis ISM menjadi kunci untuk arah pasangan mata uang utama terhadap risiko kebijakan Fed.
Ekspektasi terhadap BoE yang lebih hawkish membentuk bias bullish bagi GBP versus USD. Meski data inflasi Inggris menambah kompleksitas, sinyal kebijakan yang lebih agresif bisa mendorong sterling lebih kuat. Laporan ini disusun untuk pembaca dari Cetro Trading Insight.
Dalam pandangan teknikal, jika momentum saat ini bertahan, GBPUSD berpeluang menguji level sekitar 1.3680. Kenaikan tersebut menjaga pola tp>open>sl dan mencerminkan potensi pergerakan yang didorong ekspektasi BoE.
Rencana perdagangan yang direkomendasikan: entry pada 1.3590, stop loss 1.3550, take profit 1.3680 dengan risiko-keuntungan minimal sekitar 1:2.25. Laporan ini disediakan oleh Cetro Trading Insight.