
WTI diperdagangkan sekitar 104.82 dolar AS, setelah gagal mempertahankan kenaikan hingga sekitar 107.35 dolar pada sesi sebelumnya. Secara umum, struktur harga tetap bullish karena posisi harga berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari sekitar 94.60 dolar, menunjukkan tren kenaikan yang masih kuat.
Pergerakan ini juga dipengaruhi dinamika geopolitik yang membentuk ekspektasi pasokan global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran termasuk ancaman blokade pelayaran Iran dapat meningkatkan risiko gangguan pasokan sehingga mendukung tekanan harga di jangka pendek.
Menurut Cetro Trading Insight, jika momentum saat ini bertahan, harga berpotensi mencapai level tertinggi multi-tahunan sekitar 113.28 dolar yang tercatat pada 9 Maret, seiring permintaan global yang tetap kuat dan risiko pasokan meningkat.
Trump menegaskan bahwa blokade pelayaran Iran akan berlangsung hingga Washington mendapatkan kesepakatan soal program nuklirnya, sementara Iran memperingatkan tindakan militer jika blokade terus berlanjut. Ketegangan ini menambah risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, jalur krucial untuk sekitar 20% pasokan energi global.
Di sisi kebijakan moneter, pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan bahwa sikap kebijakan saat ini dianggap tepat, menambah ketidakpastian pada prospek permintaan minyak di masa mendatang. Kebijakan volatilitas tersebut bisa membatasi laju kenaikan harga meski sentimen pasokan tetap positif bagi harga.
Gabungan faktor geopolitik dan kebijakan moneter meningkatkan volatilitas harga dan menekankan pentingnya pemantauan jalur Hormuz serta dinamika permintaan global yang tetap menjadi fokus investor.
Analisis teknikal menunjukkan WTI diperdagangkan mendatar di sekitar 104.82 dolar, dengan bias bullish jangka pendek tetap terjaga. Harga masih berada di atas rata-rata pergerakan 20 hari sekitar 94.60 dolar, menandakan kekuatan tren saat ini.
RSI berada di sekitar 64, menandakan momentum kenaikan yang kuat namun belum berada pada wilayah overbought. Karena tidak ada dukungan resistance atau support terdekat dari moving average lainnya, koreksi menuju 20-day moving average bisa dipandang sebagai peluang pembelian bagi trader yang mengikuti pola teknikal.
Rekomendasi perdagangan: ambil posisi beli dengan opening sekitar 104.82 dolar, target di 113.28 dolar, dan stop loss di 99.18 dolar. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1,5, sesuai dengan standar manajemen risiko yang umum dipakai.