BoE memutuskan menjaga suku bunga di 3,75% dalam sebuah voting yang sangat ketat 5-4, menjaga peluang pemotongan pada pertemuan 19 Maret tetap hidup. Data inflasi yang menunjukkan perlambatan menjadi sekitar 3,0% mendukung pandangan bahwa pelonggaran kebijakan bisa datang lebih awal dari ekspektasi. Pasar menantikan isyarat tambahan dari Bank sentral untuk mengarahkan arah pasangan GBPUSD.
Analisis pasar menunjukkan bahwa pemungutan suara 5-4 yang dovish menunjukkan adanya risiko kebijakan yang lebih longgar di masa mendatang. Investor menimbang sinyal dari BoE mengenai waktu pemotongan suku bunga, dengan sebagian ekonom memperkirakan langkah berikutnya bisa datang pada Maret atau April. Sisi data CPI yang mengekploitasi kecepatan inflasi memperbesar dinamika ketidakpastian bagi sterling.
Dalam konteks teknikal, GBPUSD berusaha menopang di sekitar 1,35 sambil mencoba menilai arah jangka pendek. Media kami, Cetro Trading Insight, menilai langkah BoE dan perkembangan data inflasi sebagai faktor utama yang akan membentuk rentang perdagangan ke depan. Pasar tetap waspada terhadap volatilitas yang bisa muncul jika data ekonomi terbaru mengubah ekspektasi kebijakan.
Rencana tarif global sebesar 15% yang diterbitkan oleh Presiden AS menggantikan tarif IEEPA yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung pekan lalu. Kebijakan baru ini menambah babak ketidakpastian bagi perdagangan internasional dan memperumit dinamika arus modal. Pasar valuta asing menilai bahwa risiko geopolitik dan kebijakan proteksionis bisa memicu pergeseran aliran modal.
Pengumuman tarif menambah ketidakpastian terhadap perjanjian perdagangan antara UK dan AS, sebuah faktor yang menambah risiko politik bagi pound. Investor menimbang potensi gangguan pada ekspor, biaya produksi, serta dampak terhadap laju inflasi di kedua negara. Dalam konteks kebijakan moneter, pelaku pasar juga menyoroti bagaimana kebijakan Fed dapat memicu respons pada pair ini.
Pernyataan para pejabat Fed yang akan tampil pekan ini diharapkan memberikan petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS. Keputusan mereka dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga global dan sentimen risiko, sehingga mempengaruhi GBPUSD secara tidak langsung. Kami menekankan bahwa perubahan kebijakan di kedua belah pihak akan menentukan volatilitas jangka pendek pasangan ini, dengan trigger utama berasal dari kejadian geopolitik dan data politic-ekonomi.
Secara harian, GBPUSD menunjukkan pergerakan flat dengan penutupan yang mendekati area datar pada sesi terakhir. Pasangan ini diperdagangkan sedikit di bawah level resistance utama di 1,3527 dan berada di atas resistance minor, sementara support terdekat berada di sekitar 1,3475 untuk saat ini. Penutupan dekat 1,35 mencerminkan pasar masih mencari arah yang jelas.
Indikator Stochastic menunjukkan kondisi oversold, memberi petunjuk bahwa tekanan jual mungkin mulai melunak. Namun, struktur teknis menunjukkan bahwa retracement hingga 200-day EMA di 1,3371 masih menjadi parameter kunci jika harga menembus level tersebut. Level-level ini memandu pedagang untuk menilai peluang break atau pembalikan tren dalam beberapa sesi mendatang.
Dalam skenario positif, reclaim dari 50-day EMA di sekitar 1,3527 akan menjadi tanda stabilisasi dan potensi bias ke sisi bullish. Namun jika harga menembus 1,3371, struktur pasar berpotensi berubah menjadi bearish dengan target lebih lanjut. Pantauan rilis data ekonomi AS dan komentar bank sentral akan menjadi kunci konfirmasi arah selanjutnya. Cetro Trading Insight akan terus memantau pergerakan pasar dan memberikan pembaruan terkait peluang trading yang relevan.