KOSPI Anjlok Tajam; Circuit Breaker Aktif Pertama Kali Sejak 2024 Diduga Dipicu Lonjakan Harga Minyak

KOSPI Anjlok Tajam; Circuit Breaker Aktif Pertama Kali Sejak 2024 Diduga Dipicu Lonjakan Harga Minyak

trading sekarang

Pasar saham Korea terpuruk setelah KOSPI tiba-tiba anjlok dan memicu circuit breaker otomatis. Aktivasi mekanisme ini terjadi pada pukul 09.19 WIB dan menghentikan perdagangan selama 20 menit setelah indeks acuan anjlok 8 persen. Ini menandai kembalinya circuit breaker pada KOSPI untuk pertama kalinya sejak Agustus 2024.

Setelah pembukaan kembali, lajunya indeks meluncur turun lebih dalam hingga mencapai level terendah baru sekitar tiga pekan pada sekitar 10.35 WIB dengan penurunan lebih dari 12 persen. Investor menilai pergerakan tersebut sebagai respon terhadap kekhawatiran global terhadap inflasi dan kondisi likuiditas. Skema penghindaran risiko di pasar global meningkat sejalan dengan pesimisme terhadap prospek ekonomi dunia.

Ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan menambah beban biaya impor Korea Selatan yang sangat bergantung pada energi impor. Harga minyak Brent ditutup di atas USD 81 per barel, sementara WTI mendekati USD 75, memicu tekanan pada neraca perdagangan. Sinyal ini memperkuat pandangan bahwa arus modal ke aset berisiko bisa melemah dalam jangka pendek.

Pergerakan harga minyak internasional memperburuk sentimen terkait biaya impor bagi Korea Selatan. Brent berada di atas USD 81 per barel, sementara WTI mendekati USD 75, membuat perusahaan pengimpor energi lebih waspada terhadap lonjakan biaya. Hal ini mengangkat ekspektasi inflasi yang dapat menekan daya beli rumah tangga sekaligus menambah tekanan pada laba perusahaan.

Ketergantungan pada impor energi membuat pemulihan fiskal terlihat lebih menantang karena biaya input meningkat. Sektor manufaktur dan eksportir Korea menjadi tameng utama pasar, tetapi tekanan biaya operasional bisa mengikis margin. Opsi kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga menjadi lebih penting di tengah volatilitas harga minyak.

Tak hanya soal biaya, depresiasi won juga memperburuk tekanan inflasi impor dan menambah beban bagi investor asing. Aliran dana keluar terlihat lebih besar dari sisi investor asing setelah penjualan bersih di Februari. Hal ini memperburuk profil risiko bagi saham berorientasi ekspor.

Dinamika Pasar Global dan Kepercayaan Investor

Selain itu, berita dari Wall Street yang melemah kemarin menambah sentimen negatif yang menyelimuti pasar Asia. Penurunan tersebut berkontribusi pada pergeseran aliran modal menuju aset yang lebih aman. Investor mulai menimbang risiko makro global yang membayangi ekuitas Asia, termasuk KOSPI.

Sektor eksportir Korea jadi fokus jual, dengan perusahaan raksasa seperti Samsung Electronics, SK hynix, Hyundai Motor, Kia Corp, LG Energy Solution, dan SK Square menjadi sorotan utama. Harga saham mereka turun secara signifikan akibat pelemahan dolar dan arus keluar modal. Kondisi ini menambah tekanan pada indeks utama saat investor menilai prospek ekonomi Korea di tengah gejolak pasar global.

Investor asing mencatat penjualan bersih pada Februari sebagai bagian dari tren arus keluar yang lebih luas. Data aliran modal menunjukkan tekanan pada pasar lokal dan memperbesar volatilitas jangka pendek. Cetro Trading Insight akan terus memantau aliran modal dan respons kebijakan untuk mengurai dinamika kedepannya.

broker terbaik indonesia