Analisis fundamental menunjukkan Pound Sterling tertekan oleh data pasar pekerjaan Inggris yang lebih lemah dan perlambatan inflasi. Laporan Office for National Statistics (ONS) menunjukkan ILO Unemployment Rate mencapai 5,2% untuk triwulan yang berakhir pada Desember, tingkat tertinggi dalam lima tahun, sementara CPI YoY Januari turun menjadi 3% dari 3,4% pada Desember. Kondisi ini menumbuhkan keraguan investor terhadap kekuatan ekonomi Inggris dan menjaga GBP tetap rentan terhadap lonjakan dolar.
Di sisi lain, dolar AS mendapat dukungan dari nada berhati-hati Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang menyatakan tidak buru-buru memangkas suku bunga kecuali inflasi kembali menuju target 2%. Pernyataan ini menambah tekanan pada pasangan GBPUSD dan menuntut konfirmasi arah kebijakan bank sentral utama. Analisis awal oleh Cetro Trading Insight menunjukkan isu ini memperkuat dolar secara umum.
Di depan, data UK Retail Sales untuk Januari dan pembacaan flash S&P Global PMI untuk Februari menjadi katalis utama selanjutnya. Sinyal kebijakan Inggris masih berpotensi berubah jika inflasi dan tenaga kerja menunjukkan perbaikan, sehingga volatilitas pasangan bisa meningkat sekitar rilis data tersebut.
Harga GBPUSD berada sekitar 1.3500 pada saat ini dan melemah karena harga diperdagangkan di bawah EMA 20-hari sekitar 1.3557. Kondisi ini menunjukkan momentum bearish yang konsisten dan menahan rebound intraday.
Secara teknikal, RSI berada di 33,74 mendekati wilayah oversold tanpa benar-benar jenuh jual, menandakan ada ruang bagi penurunan lebih lanjut. Formasi grafik yang pernah terbentuk adalah Segitiga Simetris yang ditembus (VCP), pola yang biasanya diikuti oleh peningkatan volatilitas dan tekanan jual lebih lanjut.
Jika harga menembus rendah di bawah level 1.3500, peluang penurunan menuju 1.3400 terbuka. Momen teknis saat ini mendukung skenario bearish jangka pendek meskipun terdapat pembalikan intraday yang terbatas.
Rencana trading yang diusulkan adalah posisi jual dengan open sekitar 1.3500, target profit di 1.3350, dan stop loss di 1.3600. Rasio risiko-imbalan sekitar 1:1,5 memenuhi prinsip manajemen risiko yang prudent bagi trader yang mengambil eksposur pada pasangan mata uang utama.
Rilis data UK Retail Sales Januari dan PMI flash Februari serta risalah FOMC menjadi fokus utama untuk konfirmasi arah setelah setup teknikal terbentuk. Trader disarankan memantau pergerakan harga di sekitar 1.3400 sebagai level konfirmasi untuk potensi tembusan ke arah downside lebih lanjut.
Catatan penting: analisis ini disusun untuk edukasi dan tidak merupakan saran investasi. Pasar bisa berubah dengan cepat sehingga ukuran posisi harus disesuaikan dengan toleransi risiko. Cetro Trading Insight mendorong praktek manajemen risiko yang disiplin.