Menurut tinjauan oleh Cetro Trading Insight, di bawah kerangka regulasi saat ini Fed memiliki ruang terbatas untuk mengurangi neraca secara signifikan. Neraca Fed saat ini mendekati $6.5 triliun setelah langkah QT sebelumnya. Penelitian tersebut menekankan bahwa liabilitas utama seperti cadangan bank dan Treasury General Account membatasi kemampuan penjualan aset, sehingga kemungkinan memulai kembali QT secara agresif tampak rendah. Pendapat ini juga mencerminkan fokus kebijakan pada stabilitas pendanaan pasar.
Fakta regulator yang membatasi permintaan kas cadangan mendorong pandangan bahwa penghentian QT secara luas tidak akan terjadi. Tanpa perubahan besar pada regulasi yang menekan permintaan cadangan, ruang untuk run-off aset lebih lanjut tetap terbatas. Oleh karena itu, strategi reinvestasi mungkin hanya mengalami penyesuaian kecil tanpa mengubah arah neraca secara signifikan.
Laporan ini dihasilkan untuk pembaca Cetro Trading Insight dan menekankan bagaimana dinamika liabilitas Fed memandu asetnya. Penataan ulang kebijakan reinvestasi, terutama pada sekuritas jangka pendek, dapat menjadi opsi teknis tanpa mengubah ketetapan materi neraca. Pembaca disarankan mengikuti perkembangan regulasi dan kebijakan pendanaan untuk menilai potensi sinyal pasar lebih lanjut.
Dalam pandangan Warsh, ruang untuk melakukan pengurangan besar terhadap neraca Federal Reserve tetap terbatas dalam kerangka regulasi saat ini. Ringkasan klaimnya adalah bahwa keseluruhan kapasitas untuk memperkecil neraca secara menyeluruh tidak banyak berubah, meski perubahan kebijakan reinvestasi bisa dipertimbangkan. Hal ini menegaskan bahwa transisi kebijakan harus hati-hati untuk menjaga kestabilan pendanaan jangka pendek dan menengah.
Beberapa kajian menunjukkan bahwa deregulasi pasar keuangan dapat mengurangi permintaan terhadap cadangan dan memungkinkan bank lebih mudah menyerap Treasuries milik Fed. Secara logika, jika arus pembiayaan berubah, ada ruang untuk mengurangi ukuran portofolio FOMC tanpa mengorbankan stabilitas pasar. Namun demikian, transisi semacam itu membawa risiko karena pembeli Treasuries yang sebelumnya sangat stabil bisa digantikan oleh entitas yang lebih berisiko.
Inti analisis adalah bahwa liabilitas Fed menjadi panduan utama bagi asetnya. Permintaan dolar cenderung meningkat seiring ekspansi ekonomi, dan TGA dipengaruhi oleh Treasury. Tanpa penurunan permintaan cadangan melalui perubahan regulasi, ruang untuk menyusutnya aset lebih lanjut tetap terbatas, kecuali Fed bersedia menerima volatilitas pendanaan yang lebih besar di pasar uang. Sejak QT berakhir, pembelian UST yang dilakukan Fed lebih banyak pada surat utang jangka pendek, sehingga durasi portofolio menurun.