Pelaku pasar diwarnai kejut dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa TRON yang menandai perubahan strategis penting bagi perusahaan. PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk, yang lebih dikenal sebagai TRON, menunjukkan niatnya untuk memperkuat posisi di sektor energi terbarukan dan transportasi hijau. Langkah ini dinilai sebagai sinyal komitmen jangka panjang terhadap transformasi infrastruktur nasional serta peluang bagi investor untuk melihat potensi pertumbuhan baru.
Salah satu keputusan kunci adalah persetujuan penambahan kegiatan usaha di bidang Penyimpanan Tenaga Listrik melalui SPBKLU dan Pengoperasian SPKLU. Proses evaluasi dilakukan secara independen oleh Kantor Jasa Penilai Publik dan telah mengikuti regulasi OJK mengenai perubahan kegiatan usaha, menambah dimensi operasional perusahaan di ekosistem EV.
Direktur Utama TRON, David Santoso, menegaskan bahwa ekspansi ini selaras dengan visi perusahaan membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Ia menyebut langkah ini sebagai fondasi strategi kapabilitas yang akan mendorong inovasi, efisiensi, dan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.
Rencana ekspansi melalui SPBKLU dan SPKLU dirancang sebagai pilar utama untuk memperluas layanan penyimpanan energi dan infrastruktur pengisian daya. TRON berupaya memanfaatkan momentum transisi energi nasional dengan memperluas jangkauan operasional dan meningkatkan likuiditas ekosistem EV yang terintegrasi.
Selain ekspansi operasional, RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, dengan pengangkatan Thomson E Batubara sebagai Komisaris Independen menggantikan Noerman Taufik. Susunan direksi juga mengalami pembaruan, menegaskan komitmen perusahaan pada tata kelola dan akuntabilitas.
Langkah-langkah kepemimpinan ini diharapkan mempercepat implementasi rencana ekspansi sambil menjaga kepatuhan terhadap regulasi OJK dan transparansi informasi kepada para pemangku kepentingan. TRON menekankan bahwa perubahan ini didesain untuk memperkuat kepercayaan investor dan menjaga konsistensi strategi jangka panjang.
Secara pasar, ekspansi SPBKLU/SPKLU berpotensi memperkuat posisi TRON sebagai bagian dari ekosistem energi terbarukan nasional. Dengan dukungan infrastruktur EV yang lebih luas, TRON berpotensi mendapatkan peluang kontrak jangka panjang dengan operator energi dan pengembang kendaraan listrik.
Namun investor perlu memantau integrasi operasional, biaya modal, dan kecepatan pelaksanaan regulasi. Keberhasilan inisiatif ini bergantung pada kemampuan TRON untuk mengubah rencana menjadi realisasi operasional yang menguntungkan dan memenuhi target timeline yang ditetapkan regulator.
Secara keseluruhan, keputusan RUPSLB menggambarkan tekad TRON untuk bertransformasi dan menambah nilai bagi pemegang saham. Meski demikian, prospek tetap tergantung pada dinamika pasar EV, persaingan industri, dan kelancaran implementasi regulasi yang relevan.