Rupiah berada di ujung pagar, terguncang oleh arus modal keluar yang mengubah lanskap neraca pembayaran dan menggoyang kepercayaan pasar. Pelemahan ini bukan sekadar cerminan sentimen global, melainkan respons terhadap dinamika domestik yang semakin nyata. Dari perspektif Cetro Trading Insight, arus net capital outflow menjadi motor utama di balik tekanan kurs.
Mari Elka Pangestu, Wakil Ketua DEN, menegaskan bahwa tekanan berasal dari investasi portofolio di pasar saham dan obligasi yang keluar. Data Bank Indonesia mencatat aliran modal asing keluar tembus Rp7,71 triliun pada pekan kedua Januari. Di sisi lain, aliran SRBI mencapai Rp2,64 triliun dan pasar SBN Rp8,15 triliun, menambah diminasi nilai tukar rupiah.
Momentum ini menandakan bahwa faktor domestik dan kepercayaan investor berperan krusial. Dalam analisa kami di Cetro Trading Insight, tantangan utama bukan hanya kondisi global, tetapi bagaimana kebijakan domestik menahan volatilitas dan menjaga aliran investasi.
Kepercayaan investor adalah faktor paling sensitif, sehingga konsistensi arah kebijakan dan kepastian regulasi menjadi kunci. Banyak analis menyoroti bahwa respons pasar sangat bergantung pada bagaimana pemerintah mengomunikasikan kebijakan untuk menenangkan kekhawatiran terkait risiko investasi di Indonesia.
Pemulihan kepercayaan dapat dicapai jika reformasi pasar modal dijalankan secara nyata, terutama dalam meningkatkan transparansi, likuiditas, dan kepastian aturan. Perbaikan ini dinilai akan memberikan sinyal positif bagi pasar modal dan investasi asing di Indonesia.
Momentum kuartal I-2026 disebut penting karena investor global sedang sensitif terhadap perubahan kebijakan negara berkembang. Reformasi pasar modal yang jelas dan konsisten bisa menjadi kendaraan utama untuk mengembalikan confidence investor dan menahan tekanan pada nilai tukar.