GBPUSD Menguat di Awal Sesi Asia Didukung Data UK Retail Sales dan Ketidakpastian Tarif AS

GBPUSD Menguat di Awal Sesi Asia Didukung Data UK Retail Sales dan Ketidakpastian Tarif AS

Signal GBP/USDBUY
Open1.352
TP1.363
SL1.345
trading sekarang

GBPUSD Menguat di Awal Sesi Asia Didukung Data UK Retail Sales dan Ketidakpastian Tarif AS

GBP/USD menguat di sesi Asia awal hari Senin menuju sekitar 1.3520, menandai momentum positif pada pasangan utama. Gerakannya dipicu persepsi bahwa data Inggris lebih kuat dibandingkan ekspektasi dan adanya ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Para pelaku pasar mulai menimbang peluang kelanjutan tren bullish pound jika data domestik tetap mendukung.

Dolar AS sedang melemah terhadap beberapa pasangan karena ketidakpastian tarif dan arah kebijakan yang belum jelas. Pedagang menantikan rilis US Producer Price Index PPI untuk Januari sebagai petunjuk arah inflasi. Sementara itu, komentar mengenai dampak kebijakan AS terhadap pertumbuhan global turut membentuk risk sentiment.

Para analis memperkirakan PPI Januari naik sekitar 0.3 persen secara bulanan. Angka inflasi yang lebih tinggi dari estimasi bisa menguatkan dolar dan memberikan beban bagi GBPUSD dalam jangka pendek. Meski demikian data Inggris yang solid tetap menjadi faktor pendukung bagi pound dalam beberapa hari ke depan.

Pada Jumat lalu, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif yang diberlakukan pada era Trump karena dianggap melampaui kewenangan. Kepastian tentang tarif pengganti yang bertahan 150 hari serta potensi pengembalian bea masuk belum jelas, menambah imej risiko di pasar. Kendati demikian, fokus investor tetap tertuju pada data ekonomi yang menggerakkan mata uang utama, termasuk Inggris.

Kebijakan tarif yang berubah menambah volatilitas di pasar valuta asing, sementara data ritel Inggris yang kuat memberi dorongan bagi GBP. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS juga mempengaruhi aliran modal dan pandangan terhadap pertumbuhan global. Dalam konteks ini, Pound dapat tetap menarik di antara pergerakan dolar yang berubah-ubah.

Sim Moh Siong, analis mata uang di OCBC Bank, menyatakan bahwa jika kebijakan AS tidak membatasi arus pertumbuhan non-US, dolar bisa melemah lebih lanjut terhadap mata uang utama. Pernyataan tersebut menyoroti potensi kontras antara dinamika pertumbuhan domestik AS dan keinginan pasar untuk beralih ke aset non-US.

Rilis PPI AS dan Outlook Pasar

Investors menantikan rilis PPI Januari AS pada hari Jumat sebagai penentu arah selanjutnya. Data headline dan core PPI diprakirakan naik 0.3 persen, meskipun kejutan angka bisa terjadi. Pergerakan ini diharapkan menambah volatilitas di pasar FX menjelang rilis resmi.

Jika inflasi AS lebih panas dari perkiraan, dolar bisa menguat dan membatasi momentum GBPUSD. Namun di sisi lain data ritel Inggris yang kuat dapat menjaga dukungan bagi pound meski ada tekanan dari sisi AS. Kombinasi keduanya akan menentukan arah pasangan di sesi-sesi berikutnya.

Rencana perdagangan mengindikasikan sinyal beli untuk GBPUSD dengan open sekitar 1.3520, target keuntungan di 1.3625, dan stop loss di 1.3450. Rasio risiko-imbalan di sekitar 1:1.5 dipertahankan dengan peluang peluang breakout terkait data inflasi AS. Trader juga dianjurkan memperhatikan volatilitas pasar dan manajemen risiko.

broker terbaik indonesia