Cetro Trading Insight menilai rilis data pasar kerja Inggris memberi gambaran menyeluruh tentang kesehatan ekonomi. Laju pengangguran meningkat menjadi 5,2 persen, mencapai level tertinggi dalam lima tahun. Persaingan di pasar mata uang mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dinamika kebijakan moneter ke depan.
Data ILO menunjukkan lonjakan pengangguran melebihi ekspektasi analis yang berada di 5,1 persen. Jumlah pekerjaan baru tercatat 52 ribu, turun dari 82 ribu pada periode sebelumnya. Perlambatan momentum tenaga kerja menambah beban pada Pound terhadap Dolar AS dalam perdagangan dini hari.
Investor menilai rilis indeks harga konsumsi (CPI) Inggris untuk Januari sebagai tema utama berikutnya. Rilis CPI kemungkinan menjadi katalis utama yang bisa menggerakkan volatilitas pasangan GBPUSD pada hari perdagangan berikutnya.
Saat ini GBP/USD diperdagangkan lebih rendah sekitar 1,3594 dan berada di bawah rata-rata pergerakan eksponensial 20-periode di 1,3624. Kondisi ini mencerminkan bias jangka pendek yang lemah dan tekanan bagi harga untuk turun lebih lanjut.
RSI 14-hari berada di 42, masih di bawah garis 50, menunjukkan momentum yang melemah. Garis tren turun dari 1,3907 membatasi gerak, dengan resistance sekitar 1,3652. Break yang jelas di atas barrier tersebut akan berpotensi mengubah bias menjadi pemulihan.
Di sisi bawah, garis tren naik dari 1,3366 memberikan dukungan dengan level sekitar 1,3596. Penutupan di bawah level ini dapat membuka potensi pergerakan menuju level psikologis 1,3500.
Dengan pasar menunggu rilis CPI Inggris, arah pasangan mata uang ini tetap rapuh dan sangat sensitif terhadap kejutan data. Inflasi menjadi kunci untuk memahami bagaimana Bank of England bisa menyesuaikan kebijakan moneter di masa mendatang.
Para analis menilai bahwa pergerakan teknikal bisa berubah jika data berikutnya memberikan konfirmasi. Volatilitas dapat meningkat jika faktor geopolitik atau data makro utama mengubah ekspektasi pasar secara signifikan.
Konsolidasi di sekitar level support utama dan potensi pergerakan menuju area resistance baru bisa menjadi peluang bagi trader yang memahami manajemen risiko dengan baik.