Pergeseran sentimen pasar dipicu oleh berita tuduhan kriminal terhadap Ketua Fed, Jerome Powell, yang mendorong GBPUSD rebound ke sekitar 1,3450. Dengannya, dolar AS melemah, memberi ruang bagi pasangan utama untuk memperbaiki diri. Para pelaku pasar juga menimbang bagaimana peristiwa ini dapat mempengaruhi stabilitas kebijakan moneter AS ke depan.
Dolar AS terlihat melemah sekitar 0,3% menuju level mendekati 98,80 pada indeks DXY, sementara risiko geopolitik dan kebijakan fiskal menambah dinamika volatilitas. Investor juga menanti data pekerjaan Inggris serta inflasi AS yang akan dirilis, karena dua ukuran itu bisa mengarahkan ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England dan Federal Reserve. Kondisi ini memperbesar peluang bagi mata uang berisiko untuk melanjutkan tren positif.
Powell dan komentar pejabat saat ini menambah nuansa ketidakpastian di pasar. Beberapa analis menilai tuduhan kriminal bisa berdampak pada otonomi Fed meski kebijakan yang diambil tetap berdasarkan penilaian publik. Secara umum, situasi ini menimbulkan risiko bagi dolar, tetapi arah akhirnya masih bergantung pada data ekonomi dan respons kebijakan para bank sentral.
Secara teknis, GBPUSD berupaya bertahan di atas EMA 20 hari sekitar 1,3438 sambil diperdagangkan di sekitar 1,3443. Indikator RSI 14-hari berada di level 53 yang mencerminkan momentum netral namun berpotensi menguat jika harga mampu melanjutkan kenaikan. Posisi ini memberi indikasi bahwa bullish ringan sedang mencoba mendominasi aksi harga.
Retracement Fibonacci 61,8 persen dari kerangka tinggi 1,3794 ke rendah 1,3014 berada sekitar 1,3496 dan berfungsi sebagai resistance terdekat. Jika harga menembus level itu dengan kuat, peluang untuk melanjutkan ke target sekitar 1,3726 meningkat. Breakout di atas level tersebut dapat mengubah dinamika tren secara signifikan.
Namun, jika harga gagal menembus 1,3496, momentum bisa terkonsolidasi dengan dukungan di 1,3404 sebagai retracement 50 persen. Skema ini berpotensi menjaga pergerakan dalam kisaran sempit menjelang data ekonomi utama. Pelaku pasar perlu mengawasi aksi harga pada zona tersebut untuk isyarat arah jangka pendek.
Rencana entri diposisikan di sekitar 1,3443 dengan target keuntungan di 1,3726 dan stop loss di 1,3404. Rasio risiko-imbalan yang diinginkan berada di atas 1:1,5 untuk menjaga pertahanan modal. Pendekatan ini didasarkan pada kombinasi sinyal EMA yang naik dan momentum RSI yang tidak terlalu overbought.
Fokus utama sinyal ini adalah konfirmasi teknis bahwa pergerakan melewati 1,3496 menandakan bias bullish berkelanjutan ke level berikutnya. Jika itu terjadi, peluang mencapai 1,3726 menjadi lebih kuat sekaligus menambah konteks peluang setup breakout. Aturan manajemen risiko tetap menjadi prioritas untuk menjaga jarak terhadap volatilitas pasar.
Perkembangan data makro dan kebijakan moneter global dapat mengubah narasi. Data NFP, CPI AS, dan rilis pekerjaan Inggris dapat meningkatkan volatilitas pada pasangan ini. Oleh karena itu, evaluasi terus-menerus terhadap faktor-faktor tersebut penting untuk memvalidasi kelayakan rencana trading yang telah dibuat.