
Analisis menunjukkan pertumbuhan GDP Brasil pada kuartal pertama rebound sebesar 1,1% secara qoq. Pendorong utama berasal dari stimulus fiskal dan sektor pertambangan yang tetap kuat. Meski begitu, laju inflasi membengkak dan defisit publik memburuk.
Stimulus fiskal dirancang untuk menahan dampak geopolitik dan mendorong belanja rumah tangga menjelang pemilu Oktober. Kebijakan ini menjaga permintaan domestik tetap kuat, tetapi berdampak pada tekanan harga. Hal ini memperburuk trade-off antara inflasi dan defisit fiskal.
Inflasi inti naik ke 4,64% pada Mei awal dan ekspektasi inflasi memburuk. Harga energi dan komoditas mendorong laju harga naik, sehingga Banco Central do Brasil menilai komitmen menjaga target 3%. Para analis mempertanyakan apakah BCB akan menunda penurunan suku bunga pada bulan Juni. Keputusan tersebut sangat menentukan arah mata uang dan dinamika pasar obligasi.
Nilton David, direktur kebijakan moneter di BCB, menilai bahwa ekspektasi inflasi yang meningkat menambah beban bagi bank sentral. Ia menegaskan BCB memiliki kewajiban untuk menjaga target 3% meski tantangan harga tetap mengemuka. Komunikasi kebijakan ini menambah beban manajemen ekspektasi pasar.
Beberapa analis memperkirakan kemungkinan pause pada Juni setelah dua pemangkasan berturut-turut. Alasannya adalah menjaga kestabilan harga di tengah tekanan inflasi yang masih ada. Namun ada juga pandangan bahwa kebijakan bisa tetap longgar jika inflasi menunjukkan kemajuan.
USD/BRL saat ini berkonsolidasi di bawah 5,05 dengan bias ke arah kenaikan. Resistensi terdekat berada di sekitar 5,08, sementara volatilitas tetap tinggi menjelang rilis data ekonomi utama. Pasar memantau interaksi antara kebijakan suku bunga dengan dinamika inflasi untuk mengarahkan langkah jangka pendek.
Secara teknikal, USD/BRL terlihat berkonsolidasi di sekitar 5,00 sampai mendekati 5,05. Kondisi ini mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang data penting. Skenario lebih lanjut mengarah pada volatilitas yang terbatas dalam beberapa sesi ke depan.
Perkiraan teknikal menunjukkan peluang pergerakan ke atas menuju 5,08 jika tekanan inflasi tetap tinggi dan ekspektasi inflasi tidak melorot. Sebaliknya, penurunan menuju area di bawah 5,00 bisa terjadi jika data ekonomi dan kebijakan berubah secara signifikan. Namun skenario downside memerlukan konfirmasi dari kalender data.
Namun karena data masih berisiko dan kebijakan moneter masih bisa berubah, tidak ada sinyal trading yang jelas pada saat ini. Pelaku pasar disarankan menjaga batas risiko dan menunggu konfirmasi arah melalui pergerakan harga yang lebih jelas. Dengan demikian, rekomendasi trading saat ini adalah menahan posisi.