
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menambah tekanan pada para pelaku pasar. Kekhawatiran atas kemungkinan berakhirnya gencatan senjata mendorong minyak mentah WTI bergerak lebih tinggi, sementara dolar AS mendapat dukungan dari spekulasi tersebut. Kondisi ini meningkatkan volatilitas aset berisiko dan memberi sinyal risiko geopolitik yang meningkat bagi pasar global.
Di sisi logam mulia, XAUUSD mengalami penurunan lebih dari 1% pada sesi Senin. Harga saat ini berada sekitar $4.490, setelah sempat menyentuh tertinggi harian di $4.546, menunjukkan dinamika intrahari yang cukup agresif. Sentimen pasar yang berbalik membuat emas mencoba menstabilkan arah setelah reli sebelumnya.
Secara teknikal, momentum terlihat melemah. RSI menunjukkan posisi bearish dan emas berusaha menahan tekanan meskipun nyaris menyentuh MA 20-hari di sekitar $4.580, dengan buyer gagal menguat di level $4.500. Breach pada level sekitar $4.450 membuka peluang menuju SMA 200 hari di sekitar $4.411, sebelum menyasar level sekitar $4.400.
Pergerakan minyak mentah WTI meningkat tajam, dengan harga mencapai puncak sekitar $94.78 per barel sebelum akhirnya meredam kenaikan. Lonjakan ini memperkuat kekhawatiran mengenai inflasi dan memicu spekulasi mengenai kebijakan moneter bank sentral yang lebih restriktif. Kenaikan minyak juga memberi sinyal bahwa biaya produksi dapat tetap tinggi dan prospek inflasi tetap rapuh.
Kenaikan minyak memberikan dampak pada bundel dolar. Korelasi positif antara Greenback (DXY) dan minyak membuat indeks dolar naik sekitar 0,2% ke level 99,17, meski data ekonomi AS menunjukkan resistensi yang kuat. ISM Manufacturing PMI May berada di 54,0, tertinggi sejak 2022, menandakan permintaan tetap kuat meski tekanan biaya berada pada level tinggi.
Pasar juga menilai peluang kenaikan suku bunga oleh Fed menjelang rilisan data Nonfarm Payrolls minggu ini. Perkiraan pasar menunjukkan probabilitas kenaikan mendekati 68% pada akhir 2026. Selain itu, Beige Book juga menjadi sorotan karena perubahan kebijakan yang bisa mempengaruhi jalur suku bunga ke depan.
Secara teknikal, pergerakan emas menunjukkan reaksi yang berseiring dengan perubahan sentimen. Harga berhasil menembus area sekitar $4.500 setelah uji coba MA 20-hari di $4.580, namun momentum RSI saat ini cenderung menurun. Kondisi ini menambah peluang bagi pelaku pasar untuk menambah posisi jual jika level support utama ditembus.
Level kunci yang menjadi acuan adalah penembusan di sekitar $4.450, yang membuka potensi menuju $4.411 (SMA 200) dan kemudian sekitar $4.400 sebagai target jangka menengah. Jika harga berhasil menembus level tersebut, jalur penurunan ke area sekitar $4.098 bisa menjadi skenario lanjutan.
Sinyal perdagangan yang diajukan di atas menggunakan open sekitar $4.490 dengan target $4.400 dan stop di $4.550. Rasio risiko/imbalan sekitar 1:1,5, sejalan dengan analisa teknikal dan level support-resistance yang teridentifikasi. Perlu diingat manajemen risiko tetap krusial mengingat volatilitas pasar yang tinggi.