Harga emas Antam pada hari ini, Selasa 10 Februari 2026, kembali naik sebesar Rp14.000 per gram menjadi Rp2.954.000. Lonjakan ini menarik perhatian investor dan konsumen emas batangan meski volatilitas pasar tetap relevan. Emas dan perak sering dipandang sebagai aset lindung nilai karena karakter keduanya cenderung stabil saat risiko meningkat, sehingga pergerakannya layak dicermati oleh pelaku pasar. Array data harga hari ini menunjukkan pola yang sejalan dengan tren komoditas global, memberi gambaran jelas bagi pembaca mengenai arah harga jangka pendek.
Sejalan dengan pergerakan harga, harga buyback untuk pemilik emas batangan juga naik Rp14.000 menjadi Rp2.748.000 per gram. Harga dicatat di kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta, yang menjadi barometer bagi konsumen di wilayah Jabodetabek. PPN tidak dipungut sesuai PP No.49 Tahun 2022 dan nilai PPN tidak diperhitungkan dalam grand total pembelian atau penjualan. Sesuai PMK No.48 Tahun 2023 dengan tarif 0,25 persen, bukti potong PPh 22 akan diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai Penjual. Array pengamatan harga seperti ini membantu investor melihat dinamika pasar secara real time.
Berikut rincian harga pecahan emas Antam hari ini yang dirilis Logam Mulia, yang digunakan sebagai referensi di banyak gerai penjualan: 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan 1.000 gram. Array data yang disediakan memperlihatkan variasi harga antar pecahan, sehingga investor bisa menilai opsi pembelian sesuai kebutuhan likuiditas dan anggaran. Emas dan perak tetap menjadi pilihan untuk diversifikasi portofolio, terutama bagi investor yang mencari aset real dan mudah dicairkan di pasar domestik.
Daftar harga pecahan emas Antam hari ini dipublikasikan melalui laman Logam Mulia dan mencakup berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga-harga ini mencerminkan biaya produksi, permintaan konsumen, serta kebijakan pajak yang berlaku secara nasional. Pembaca Cetro Trading Insight dapat menilai opsi pembelian yang sesuai dengan likuiditas dan modal, sambil tetap memperhatikan faktor risiko pasar. Array data dalam penyajian harga memudahkan perbandingan antar pecahan.
Berikut adalah harga per pecahan yang berlaku pada saat ini, antara lain 0,5 gram: Rp1.527.000; 1 gram: Rp2.954.000; 2 gram: Rp5.848.000; 3 gram: Rp8.747.000; 5 gram: Rp14.545.000; 10 gram: Rp29.035.000; 25 gram: Rp72.462.000; 50 gram: Rp144.845.000; 100 gram: Rp289.612.000; 250 gram: Rp723.765.000; 500 gram: Rp1.447.320.000; 1.000 gram: Rp2.894.600.000. Harga ini berlaku di kantor Antam Pulo Gadung di Jakarta.
Data harga pecahan ini disusun dengan merujuk pada situs resmi Logam Mulia dan mutakhir untuk hari ini. Nilai-nilai tersebut memudahkan pelaku pasar perorangan maupun institusi dalam memilih ukuran emas yang paling relevan bagi kebutuhan likuiditas. Perlu diingat bahwa kebijakan pajak, terutama pada transaksi emas, bisa mempengaruhi biaya total, sehingga konsumen perlu memperhatikan kewajiban pajak seperti PPh 22 yang tercantum dalam peraturan pemerintah.
Untuk investor, pergerakan harga emas Antam hari ini memperlihatkan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang cukup kuat ketika volatilitas pasar meningkat. Pelaku pasar menilai diversifikasi portofolio dengan menimbang logam berharga, yang cenderung memiliki korelasi rendah dengan saham berisiko. Cetro Trading Insight menekankan pentingnya memahami konteks ekonomi global dan dinamika permintaan domestik saat membuat keputusan investasi. Emas dan perak, sebagai logam berharga, tetap relevan dalam strategi jangka menengah hingga panjang.
Sekaligus secara teknikal, momentum kenaikan harga dapat memicu pembelian pada beberapa level harga tertentu, tetapi sinyal rekomendasi juga perlu dipertimbangkan dari sisi fundamental seperti kebijakan pajak, nilai tukar, dan permintaan industri. Karena informasi pada artikel ini menyajikan angka-angka harga satuan, sinyal trading yang eksplisit tidak dapat diberikan pada instrumen spesifik tanpa analisis tambahan. Oleh karena itu, beberapa investor memilih menunggu konfirmasi pergerakan lebih lanjut sebelum menambah eksposur terhadap emas. Array
Di sisi regulasi, pembaca perlu mengamati bagaimana perubahan kebijakan seperti PMK terkait PPh 22 dan potensi perubahan tarif PPN dapat mempengaruhi biaya kepemilikan emas. Emas dan perak tetap menjadi pasangan yang menarik untuk diversifikasi portofolio, mengingat keduanya berperan sebagai aset nyata. Data historis juga bisa dipakai untuk menilai tren jangka panjang dan membuat perencanaan keuangan yang lebih matang.