Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight. Pasar emas kembali menjadi fokus pada sesi perdagangan hari ini setelah mengalami penjualan besar yang menghapus sebagian besar kenaikan hari sebelumnya. Penopang utama perubahan harga adalah pergerakan dolar AS yang menguat secara moderat dan tanda-tanda stabilitas di pasar saham global. Pelaku pasar juga menimbang dampak kebijakan moneter, dinamika perdagangan, serta risiko geopolitik terhadap arah emas.
Mengacu pada catatan pertemuan Federal Open Market Committee FOMC, beberapa pejabat Fed menunjukkan kehati-hatian terhadap pelonggaran kebijakan lebih lanjut hingga progres disinflasi jelas terlihat. Mereka menilai pelonggaran lebih lanjut mungkin tidak diperlukan segera. Dalam konteks ini, ekspektasi pasar mengenai sikap dovish tetap hidup meski beberapa indikator menunjukkan pelonggaran momentum, yang memberi peluang bagi emas sebagai aset non-yielding.
Di sisi lain, pembahasan mengenai potensi pemotongan suku bunga sebanyak tiga kali 25 basis poin pada sisa tahun ini masih diperdagangkan oleh pasar. Risiko perdagangan dan ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, juga bisa membatasi penurunan lebih dalam pada harga emas. Karena dinamika ini tetap berubah-ubah, banyak analis menyarankan menunggu konfirmasi teknikal yang kuat sebelum mengambil langkah posisi besar.
Secara teknis, momentum bullish terlihat sejak harga menembus zona resistance sekitar 5.100 sampai 5.110 dolar per ounce. Area tersebut juga berfungsi sebagai level penting karena bertepatan dengan retracement Fibonacci 61,8 persen dari koreksi tajam sejak puncak tertinggi. Sinyal teknikal menunjukkan MACD masih positif meskipun momentumnya sedang melemah, sementara RSI berada di sekitar 65,8 setelah sebelumnya menyentuh area jenuh beli.
Pergerakan harga di atas moving average 200-periode yang sedang naik menjadi fundamental penentu arah jangka menengah. Jika harga berhasil menutup 4 jam di atas level 5.314,49 dolar—level retracement 78,6 persen—maka peluang kenaikan lebih lanjut bisa terbuka. Namun, jika harga gagal mempertahankan di atas 5.123,17 dolar, momentum bisa memudar dan mengarah pada koreksi lebih lanjut menuju area Moving Average 200-periode.
Beberapa faktor teknikal lain mendukung skenario perbaikan asalkan harga tetap berada di atas support dinamis tersebut. Garis-garis indikator memberikan gambaran bahwa arah umum tetap bullish asalkan level kunci tidak ditembus. Para trader perlu memantau pergerakan dekat zona 4.909,70 dolar sebagai batas bawah untuk menjaga tren naik jangka pendek tetap relevan.
Para pelaku pasar menunggu rilis data makro AS, seperti laporan pekerjaan dan indikator inflasi, serta pernyataan petinggi FOMC yang bisa memicu arah anyar bagi emas. Kondisi geopolitik dan dinamika perdagangan global juga mempengaruhi volatilitas transaksi logam mulia ini. Meski demikian, beberapa faktor fundamental tetap mendukung posisi emas sebagai aset lindung saat ini, meskipun momentum saat ini tampak berhati-hati.
Sesuai strategi, peluang bullish terlihat jika pergerakan harga menembus di atas 5.314,49 dolar dengan target potensi menuju level resistance selanjutnya, sedangkan risiko utama adalah gagal menembus zona tersebut. Rasio risiko-imbalan diperkirakan minimal 1:1,5, yang menggarisbahi pentingnya pengelolaan risiko yang ketat. Karena faktor fundamental masih berperan, rekomendasi trading perlu disesuaikan dengan konfirmasi teknis dan toleransi risiko investor.
Kesimpulannya, dinamika harga emas XAUUSD dipandu oleh kombinasi faktor fundamental dan sinyal teknis. Saat ini sinyal perdagangan belum terkonfirmasi secara tegas, sehingga pendekatan menunggu konfirmasi breakout atau koreksi yang jelas lebih disarankan. Laporan ini disusun untuk membantu pembaca memahami skenario pasar tanpa rekomendasi aksi langsung saat ini.