Harga Emas XAUUSD Turun di Pembukaan Asia Menimbang Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Fed

Harga Emas XAUUSD Turun di Pembukaan Asia Menimbang Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan Fed

trading sekarang

Harga XAU/USD melemah di awal sesi Asia setelah reli dua hari. Para pelaku pasar menggambarkan volatilitas meningkat karena investor sebagian mengambil untung dan mengurangi eksposur terhadap logam mulia. Meski demikian, faktor fundamental tetap menjadi bantalan bagi harga.

Sentimen risiko membaik mendorong aliran modal ke aset berisiko, sehingga permintaan terhadap emas cenderung turun. Di sisi lain, perubahan likuiditas pasar global mempengaruhi imbal hasil dan nilai dolar. Kondisi ini membuat pergerakan XAU/USD tetap terbatas di sekitar level kunci.

Di antara faktor teknikal dan fundamental, ada tanda-tanda bahwa tekanan penjualan bisa berkurang jika minat pembelian fisik meningkat. Investor juga memperhatikan rilis data ekonomi yang dapat memicu volatilitas pada pasar emas.

Data dari PBOC menunjukkan pembelian emas oleh otoritas China secara berkelanjutan, menambah dukungan terhadap permintaan fisik. Cadangan emas China naik pada Januari meski volatilitas pasar global. Pembelian tersebut memperkuat dukungan harga dalam jangka menengah.

Kebijakan bank sentral di beberapa negara tetap menjadi faktor penentu. Bank sentral besar menjaga likuiditas dan diversifikasi portofolio melalui pembelian emas. Langkah-langkah kebijakan moneter dapat mempengaruhi nilai dolar serta arah harga logam mulia. Faktor-faktor ini membuat prospek harga emas menampilkan dinamika yang tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan.

Faktor lain seperti dinamika permintaan dari China serta kebijakan bank sentral berbagai negara memberikan pijakan bagi stabilitas harga. Waspada terhadap risiko geopolitik dan volatilitas pasar, investor tetap melihat dukungan dari cadangan emas bank sentral. Pada akhirnya, kombinasi faktor fundamental ini menjaga ekspektasi harga emas tetap moderat.

Investor menanti laporan pekerjaan Januari AS yang tertunda dan data inflasi CPI yang akan dirilis. Rilis ini dianggap krusial untuk membentuk arah kebijakan Federal Reserve. Ketidakpastian seputar data ini dapat meningkatkan volatilitas di pasar logam mulia.

Estimasi menunjukkan penambahan pekerjaan sekitar 70.000 dengan tingkat pengangguran sekitar 4.4%. Angka tersebut bisa mengungkap kekuatan pasar tenaga kerja dan memberi sinyal apakah tekanan inflasi akan bertahan. Data CPI yang dirilis nanti juga menjadi fokus utama karena dapat mengubah ekspektasi kebijakan moneter Fed.

Pergerakan dolar AS akan berinteraksi dengan hasil data tersebut. Jika data mengecewakan, dolar mungkin melemah dan emas bisa menguat terhadap dolar. Jika data menunjukkan ketahanan tenaga kerja dan inflasi melambat, arah pasar bisa beralih secara signifikan.

broker terbaik indonesia