WTI Turun Mendekati US$63,80 Didukung Ketegangan AS–Iran dan Lonjakan Ekspor Venezuela

trading sekarang

Harga minyak WTI turun mendekati US$63,80 pada pembukaan sesi Asia Selasa, mencerminkan fokus pasar pada dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pedagang juga mencermati arahan pemerintah AS agar kapal-kapal menghindari wilayah Iran. Pergerakan awal mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Momentum harga tampak melemah karena kekhawatiran gangguan pasokan di wilayah tersebut mereda, meskipun sentimen tetap rapuh. Para investor menanti rilis laporan mingguan American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan dirilis kemudian hari ini. Reuters melaporkan lonjakan ekspor minyak Venezuela menjadi 800.000 bpd pada Januari, naik dari 498.000 bpd pada Desember.

Meski konsensus sementara mendatar, risiko geopolitik masih menimbulkan premi bagi harga minyak. Konflik regional menambah ketidakpastian tentang aliran minyak, sementara Iran dan para analis menilai bahwa premi risiko bisa naik jika ketegangan meningkat. Menurut Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, pembicaraan nuklir kemarin dianggap langkah maju meskipun situasi tetap rapuh.

Dinamika geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terus menjadi pendorong utama harga minyak. Meskipun negosiasi nuklir dinilai sebagai kemajuan, para analis menyoroti risiko yang melekat pada eskalasi di kawasan tersebut. Pasar juga memantau komentar pejabat Iran mengenai respons jika terjadi serangan.

Analisis risiko menunjukkan premi tidak bisa sepenuhnya mereda selama ketegangan berlanjut, terutama jika jalur perairan Hormuz terpengaruh. Kondisi ini berpotensi menambah volatilitas harga karena aliran pasokan bisa berubah secara tiba-tiba. Pengamatan analis juga menyoroti bagaimana kebijakan maritim AS menambah kompleksitas dinamika pasar minyak.

Menurut pejabat terkait, Amerika Serikat menegaskan perlunya kapal-kapal berbendera AS menjauhi perairan Iran di Selat Hormuz, sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keamanan. Iran juga mengingatkan bahwa mereka siap membalas jika terjadi serangan, menambah elemen risiko geopolitik bagi para pelaku pasar. Dalam konteks ini, pasar minyak berhadapan dengan ketidakpastian yang tinggi dalam beberapa minggu mendatang.

Laporan API yang dinanti-nantikan diperkirakan akan memberi gambaran terbaru mengenai produksi minyak di Amerika Serikat. Keputusan operasional dan progres produksi domestik dapat mempengaruhi arah pergerakan harga dalam jangka pendek. Para investor menilai bahwa data API bisa mengubah dinamika pasar secara signifikan sesuai realitas produksi.

Lonjakan ekspor Venezuela dari 498.000 bpd pada Desember menjadi 800.000 bpd pada Januari menambah pasokan global dan memberikan tekanan pada harga WTI. Faktor ini menambah dimensi fundamental bagi pergerakan harga minyak, seiring dengan penyesuaian supply-demand yang terjadi di berbagai belahan dunia. Pasar juga tetap waspada terhadap potensi kejutan geopolitik yang bisa memicu volatilitas lebih lanjut.

Secara keseluruhan, kondisi pasar menunjukkan peluang bagi pelaku pasar untuk mengelola risiko dengan manajemen posisi yang tepat. Namun, untuk strategi trading, penting menjaga rasio risk-reward yang seimbang dan mengikuti berita-berita terkini secara cermat. Media kami, Cetro Trading Insight, akan terus memantau pergerakan pasar dan memberikan analisis yang terukur.

broker terbaik indonesia