IHSG secara resmi ditutup turun 4,88% menjadi 7.922,73 pada perdagangan Senin 2 Februari 2026. Sepanjang hari indeks sempat menyentuh level tertinggi di 8.313 dan menyentuh 7.820 sebagai titik terendah. Pergerakan volatil ini menambah dinamika pasar menjelang kepemimpinan definitif OJK.
Koreksi tajam ini memicu diskusi luas di kalangan pelaku pasar mengenai arah jangka pendek. Beberapa analis menilai ini sebagai fase normal saat menunggu kepastian regulasi dan kebijakan. Kondisi tersebut menambah volatilitas, meski indikator makro utama relatif stabil.
Dalam pandangan sejumlah analis, peluang investasi bisa muncul bagi yang tetap fokus pada peluang jangka menengah. Petinggi kebijakan menegaskan perubahan kepemimpinan OJK adalah bagian dari proses normal. Konteks ini diharapkan memberi peluang bagi pemburu nilai ketika kejelasan kebijakan kembali terbit.
Koreksi IHSG dipandang sebagai peluang investasi karena fondasi ekonomi nasional tetap kokoh. Meski indeks melemah, arah fundamental jangka menengah tetap menjadi landasan kepercayaan pelaku pasar. Pihak regulator dan otoritas terkait menekankan bahwa tidak ada perubahan besar pada kerangka dasar ekonomi.
Analyst note yang muncul di Cetro Trading Insight menekankan bahwa pola pemulihan bisa datang ketika dinamika kebijakan menjadi lebih jelas. Dukungan terhadap sektor riil dan stabilitas fiskal menjadi faktor utama yang mempengaruhi prospek pasar. Dengan fokus pada kerangka kebijakan, pembalikan arah dapat terwujud seiring peningkatan kepastian.
Refleksi terhadap dinamika pasar menekankan pentingnya fokus pada rencana jangka panjang, bukan reaksi sesaat. Pasar disarankan untuk mengedepankan analisis risiko dan diversifikasi portofolio. Dengan fondasi yang kuat, pembalikan arah diharapkan terjadi seiring stabilitas kebijakan dan kepemimpinan OJK yang baru.
Pemerintah telah memulai pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) untuk memilih pimpinan Dewan Komisioner OJK. Langkah ini bertujuan mempercepat penentuan kepala otoritas yang bisa menata arah kebijakan regulator. Kepastian mengenai siapa yang memimpin OJK menjadi faktor penting bagi kepercayaan pelaku pasar.
Pihak pemerintah menargetkan satu hingga dua minggu untuk menempatkan ketua definitif. Kepastian waktu yang lebih cepat dipandang sebagai sinyal positif bagi pasar yang menantikan kepastian regulasi. Proses seleksi yang transparan diharapkan mempercepat pemulihan sentimen investor.
Purbaya menegaskan tidak ada arahan khusus atau titipan dalam proses seleksi. Ia menekankan perlunya transparansi dan independensi agar kepercayaan publik tetap terjaga. Dengan adanya kejelasan kepemimpinan, pasar diharapkan menimbang OJK baru sebagai faktor pendukung potensi pembalikan arah di kelas aset terkait.