Perdagangan sesi II sore ini memperlihatkan optimisme yang membara di lantai bursa Indonesia. IHSG ditutup hijau setelah bertahan di zona positif meskipun volatilitas intraday tetap tinggi. Narasi positif yang berkembang menopang kepercayaan investor bahwa pemulihan ekonomi dapat berlanjut meski cobaan pekan ini belum usai.
IHSG ditutup di level 8.235,49, naik tipis 0,23 poin. Pembacaan pasar menunjukkan terdapat 352 saham menguat, 338 saham melemah, dan 268 saham stagnan, mencerminkan dinamika pasar yang tidak seragam namun cenderung berarus positif. Secara umum, perubahan arah harga saham tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar menjelang penutupan perdagangan.
Kapitalisasi pasar turut rebound tipis menjadi Rp14.787 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 2,490 juta kali dengan volume perdagangan 45,52 miliar saham senilai Rp37,83 triliun. Pada konteks sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, meskipun beberapa sektor seperti konsumer nonsiklikal, keuangan, infrastruktur, dan kesehatan menunjukkan dinamika berbeda di sesi itu.
Di antara pergerakan terdepan, beberapa emiten mampu mendorong kinerja indeks dengan lonjakan signifikan. Saham PT Bakrie & Brothers Tbk BNBR melonjak 32,92 persen ke level Rp214 per saham, menandakan minat tinggi terhadap emiten dengan profil rekam jejak panjang. Disusul PT MNC Digital Entertainment Tbk MSIN yang melonjak 21,90 persen ke Rp640, menunjukkan respons positif terhadap dinamika bisnis digital di pasar lokal.
Selain itu, PT Widodo Makmur Unggas Tbk WMUU juga naik 16,88 persen menjadi Rp90. Kenaikan tiga saham terdepan ini mencerminkan adanya rotasi modal yang mencari peluang di papan utama. Sementara itu, sejumlah saham lain memiliki pergerakan berbeda namun tetap berada di jalur positif secara umum.
Di sisi lain, sejumlah saham menunjukkan penurunan signifikan. PT Satria Mega Kencana Tbk SOTS turun 14,86 persen ke Rp1.260, POLI turun 14,77 persen ke Rp1.500, dan JAYA melemah 14,68 persen ke Rp186. Skenario ini menggambarkan tekanan jual pada beberapa kasus saham dengan profil risiko tinggi, meski secara keseluruhan indeks masih berada di zona hijau.
Kondisi IHSG saat ini menekankan pentingnya memahami rotasi antar sektor sebagai pedoman investasi. Meskipun sebagian indeks sektoral berada di wilayah hijau, investor perlu memetakan peluang yang muncul dari saham-saham dengan fundamental kuat maupun cerita pertumbuhan jangka pendek. Hal ini juga menunjukkan bahwa sentimen pasar masih responsif terhadap informasi kuartalan dan berita industri.
Dalam konteks latihan trading, fokus pada pemilihan saham dengan peluang upside yang jelas dan manajemen risiko yang tepat menjadi kunci. Penilaian terhadap potensi kenaikan harga perlu mempertimbangkan faktor likuiditas, volatilitas, serta tingkat volatilitas sektor yang terdampak. Pelajaran utama hari ini adalah pentingnya diversifikasi dan pengelolaan eksposur secara hati-hati.
Untuk menguatkan keputusan, pelaku pasar dapat memanfaatkan platform analitik seperti Cetro Trading Insight untuk memantau pergerakan IHSG secara real-time, mengidentifikasi saham pemimpin, serta menilai peluang entry yang saat ini ada di pasar. Dengan pendekatan yang terstruktur, investor ritel maupun institusional dapat mengelola risiko secara lebih baik dan menghindari kejutan harga di detik-detik penutupan.