IHSG memulai perdagangan Februari 2026 dengan gebrakan yang mengguncang layar trading: koreksi awal yang menantang, namun tetap memancarkan secercah harapan bagi pelaku pasar. Indeks utama dibuka di level 7.888,77, sebuah tanda bahwa tekanan jual masih berlanjut pada awal sesi. Pada pukul 09.21 WIB, IHSG turun 0,62 persen ke level 7.875, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi meski ada sinyal pembalikan di beberapa sektor.
Lebih dari dua ratus saham bergerak sepanjang sesi pagi, dengan 303 saham menguat, 300 melemah, dan 342 stagnan. Pergerakan yang tidak seragam ini menandakan adanya dinamika pasar yang berbeda antar emiten, namun pembelian tetap terlihat pada saham-saham unggulan. Sektor teknologi, energi, bahan baku, kesehatan, dan industri menjadi penopang utama bagi upaya perbaikan kinerja indeks secara umum.
Total volume transaksi tercatat 11,73 miliar saham dengan nilai Rp6,02 triliun, menegaskan likuiditas pasar yang cukup kuat meski IHSG bergerak dalam zona koreksi. Secara sektoral, beberapa indeks utama menunjukkan pola berbeda: LQ45 naik 0,17%, IDX30 naik 0,42%, SRI-KEHATI naik 0,63%, JII naik 0,90%, sementara ISSI turun 0,12%. Mayoritas sektor yang pulih meliputi teknologi, energi, bahan baku, kesehatan, dan industri, meski infrastruktur, transportasi, keuangan, siklikal, properti dan non-siklikal masih memangkas penurunan.
Di balik data pagi ini, pola pergerakan IHSG menunjukkan arus uang yang lebih selektif. Sektor teknologi, energi, bahan baku, kesehatan, dan industri memimpin rebound, menyiratkan optimisme terkait pemulihan siklus bisnis dan prospek laba emiten yang terdampak. Investor menilai bahwa valuasi beberapa saham yang reli cukup menarik meski volatilitas tetap ada di pasar.
Pergerakan saham unggulan terlihat jelas: LMPI melonjak 35%, LRNA naik 34%, dan SOHO menguat 25%. Kontrasnya, beberapa emiten berkapitalisasi besar turun tajam, dengan BIPI turun 14,97%, ASLI turun 14,96%, dan ARKO turun 14,94%, menunjukkan adanya selektifitas dalam penilaian risiko oleh pelaku pasar.
Secara teknikal, penyebaran antara saham yang menguat dan yang melemah menggarisbawahi peluang trading yang lebih selektif. Investor disarankan menghindari posisi berisiko tinggi pada saham dengan likuiditas rendah, dan fokus pada saham dengan fundamental kuat serta likuiditas yang memadai. Dengan volatilitas yang masih tinggi, manajemen risiko dan horizon investasi menjadi faktor kunci.
Bagi investor, pergerakan IHSG hari ini menegaskan bahwa arah jangka pendek masih dipengaruhi oleh sentimen global dan arus dana domestik. Meskipun beberapa sektor mencoba memulihkan diri, volatilitas tetap tinggi dan pelaku pasar perlu menjaga kehati-hatian. Penilaian atas volatilitas intraday menjadi kunci dalam memetakan peluang di sesi berikutnya.
Langkah praktis yang bisa dipertimbangkan adalah diversifikasi portofolio, memilih saham dengan fundamental dan likuiditas kuat, serta menetapkan batas kerugiannya melalui level stop loss yang rasional. Pelaku pasar juga dianjurkan untuk memantau rilis laporan korporasi dan dinamika harga saham unggulan sebelum mengambil keputusan posisi jangka pendek.
Kutipan dari Cetro Trading Insight: tetap waspada terhadap rilis data ekonomi, ikuti analisa pasar secara menyeluruh, dan manfaatkan peluang rebound yang terlihat di sektor-sektor unggulan. Pasar Indonesia tetap menawarkan peluang jika kita bersikap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.