USD/CAD Tertekan: Kebijakan Fed-BoC, Harga Minyak, dan Data NFP Menentukan Arah Selanjutnya

USD/CAD Tertekan: Kebijakan Fed-BoC, Harga Minyak, dan Data NFP Menentukan Arah Selanjutnya

trading sekarang

USD/CAD berada di tekanan jual untuk hari keempat berturut-turut karena kombinasi faktor makro yang menekan dolar AS dan dinamika kebijakan yang berbeda antara Federal Reserve dengan Bank of Canada. Pelaku pasar menilai bahwa jalur suku bunga AS akan lebih longgar dibandingkan BoC, sehingga pandangan terhadap pasangan mata uang ini cenderung bearish. Selain itu, fokus utama beralih ke data pekerjaan AS yang akan membentuk arah kebijakan di masa mendatang. Level 1.3500 tetap menjadi batas penting yang diamati sebagai pijakan teknikal untuk arah selanjutnya.

Di sisi pasar, ekspektasi pelonggaran kebijakan lebih luas mendorong dolar melemah, karena investor menilai risiko ekonomi AS lebih rendah. Ketidakpastian mengenai independensi Federal Reserve dan dinamika data pekerjaan menambah volatilitas di pasar mata uang. Sementara itu, kenaikan harga minyak memperkuat CAD karena Kanada adalah negara produsen energi utama, sehingga pasangan USD/CAD mendapat dukungan dari sisi komoditas.

Para trader nampaknya menunggu konfirmasi teknikal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar. Meski sentimen tetap bearish secara umum, pergerakan bisa terhenti jika harga tidak menembus level kunci atau terjadi rebound singkat. Secara keseluruhan, gambaran fundamental tetap mendukung potensi penurunan lebih lanjut jika data NFP menguatkan narasi pelonggaran kebijakan di masa depan.

Pergerakan minyak mentah yang lebih tinggi memberikan dukungan kepada CAD karena pasokan energi menjadi bagian penting dari perekonomian Kanada. Saat crude naik, arus modal ke komoditas mendukung mata uang terkait, sehingga Loonie cenderung menguat meski kebijakan AS terlihat longgar. Bank of Canada mempertahankan nada netral, namun ketidakpastian tentang jalur kebijakan 2026 membuat prospek pengetatan atau pelonggaran menjadi subjek spekulasi.

Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang tertanam dalam proyeksi BoC berdampak langsung pada jalur suku bunga di masa depan. Pasar memperhitungkan skenario yang beragam, mulai dari pemotongan hingga peningkatan suku bunga pada 2026, yang pada akhirnya memperlebar ruang untuk pergerakan USD/CAD. Ketidakseimbangan kebijakan antara bank sentral utama menjaga volatilitas pasangan mata uang ini tetap tinggi.

Sebagian pelaku pasar yang fokus pada analisis teknikal bisa menunggu konfirmasi penembusan bawah level kunci sebelum memasang posisi besar. Jika harga menembus level tersebut dengan volume yang cukup, sinyal penurunan bisa menjadi kuat; sebaliknya, rebound dapat menahan tren turun. Secara umum, fondasi fundamental saat ini membentuk cerminan bahwa penurunan USD/CAD masih mungkin berlanjut selama faktor minyak dan kebijakan BoC saling mendukung.

Rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang dinanti-nanti diperkirakan akan memberikan arahan utama terhadap jalur kebijakan Federal Reserve. Angka NFP dapat menambah atau mengurangi keyakinan pasar mengenai seberapa cepat pemotongan suku bunga akan dilakukan. Di tengah ekspektasi dovish yang menguat, dolar cenderung melemah, sehingga USD/CAD bisa turun lebih lanjut atau bergerak dalam kisaran rendah mingguan.

Selain NFP, data Retail Sales AS yang lemah pada pekan ini memperkuat tanda perlambatan ekonomi dan meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan di 2026. Kondisi ini membuat dolar lebih rapuh dan mendukung aset berisiko maupun CAD, tergantung sentimen pasar. Ketidakpastian kebijakan Fed dan dinamika pasar risiko mempengaruhi arah pasangan mata uang itu secara langsung.

Secara umum, arah jangka pendek USD/CAD akan sangat dipicu oleh respons pasar terhadap laporan pekerjaan dan sinyal kebijakan. Jika data menunjukkan pelemahan yang berkelanjutan, tren penurunan bisa berlanjut. Namun pergerakan bisa berubah cepat jika rilis data utama mengejutkan atau komentar bank sentral mengubah ekspektasi pasar secara mendasar.

broker terbaik indonesia