Ekonom Commerzbank, Erik Liem, menyoroti laporan tenaga kerja AS yang tertunda sebagai penggerak utama pergerakan harga suku bunga AS dan dolar, terutama setelah respons pasar terhadap data JOLTS pekan lalu. Ia menekankan bahwa pasar sangat sensitif terhadap rilis data ketenagakerjaan, sehingga kejutan pada payrolls bisa memicu perubahan besar dalam harga pasar. Analisis ini diadaptasi dalam laporan Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca awam memahami dinamika yang sedang berlangsung.
Para ekonom memperkirakan payrolls akan meningkat meskipun tren pekerjaan secara umum masih terbatas. Mereka mencatat bahwa reaksi pasar pekan lalu menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap angka tenaga kerja, sehingga tiap data baru bisa mempersempit atau memperlebar jalur kebijakan bank sentral. Meski payrolls bisa membaik, arah tren jangka panjang tetap moderat, menambah ketidakpastian bagi pelaku pasar.
Di sisi lain, pasar kini menilai sekitar tiga pemangkasan suku bunga Fed pada tahun ini, namun mereka juga menekankan bahwa penurunan front-end yang berkelanjutan membutuhkan kejutan penurunan yang lebih besar. Imbal hasil di berbagai bagian kurva kini berada mendekati level rendah yang terlihat pada awal Januari. Secara keseluruhan, gambar kebijakan moneternya masih rapuh dan sangat responsif terhadap data tenaga kerja berikutnya.
Data payrolls yang kuat diperkirakan akan muncul meski tren pekerjaan tidak membesar secara signifikan, sehingga ketidakpastian kebijakan masih besar. Laporan tenaga kerja yang lebih kuat dari proyeksi bisa menggeser ekspektasi perdagangan dan menekan volatilitas jangka pendek. Para pembaca perlu memahami bahwa dinamika ini dipengaruhi oleh faktor-faktor pendukung seperti pertumbuhan upah yang solid namun tidak terlalu panas.
Pasar saat ini memandang adanya tiga potongan Fed sepanjang tahun ini, meskipun risiko kejutan penurunan lebih lanjut tetap ada. Kejutan penurunan yang lebih besar, jika muncul, dapat mendorong front-end lebih rendah dan menambah tekanan pada nilai tukar dolar. Namun, jika data menunjukkan pelemahan payrolls, harga obligasi pemerintah bisa melonjak dan saat itu ekspektasi pemangkasan bisa direvisi lebih dini.
Penetapan jalur kebijakan Fed akan mempengaruhi imbal hasil di seluruh kurva, sehingga pergerakan dolar akan sangat bergantung pada bagaimana data tenaga kerja berikutnya membentuk pandangan investor. Analis menilai bahwa volatilitas pasar bisa meningkat menjelang rilis data utama berikutnya, dan investor sebaiknya menjaga keseimbangan antara risiko dan peluang. Secara umum, arah kebijakan masih sangat bergantung pada data ketenagakerjaan.
Imbal hasil di ujung depan pasar obligasi dan indeks dolar cenderung mendekati level terendah sejak permulaan tahun, seiring penentuan harapan terhadap pemotongan Fed. Rilis data tenaga kerja tetap menjadi pendorong utama volatilitas, dengan pelaku pasar memperhatikan setiap sinyal yang bisa mengubah ekspektasi kebijakan. Dalam konteks ini, volatilitas menjadi bagian tak terpisahkan dari pergerakan harga aset utama.
Untuk mendorong front-end lebih rendah, pasar menunggu kejutan downside yang cukup besar, yang akan mengubah prospek yield kurva dan arah dolar. Namun, dampak kebijakan terhadap mata uang akan bergantung pada bagaimana bank sentral lain merespons dinamika ekonomi global. Para trader perlu memperhatikan progres data payrolls berikutnya dan penyesuaian pandangan bank sentral terhadap prospek suku bunga.
Secara praktis, rekomendasi trading bergantung pada data berikutnya dan bagaimana kebijakan Fed berkembang. Karena informasi yang ada bersifat makro dan berpotensi berubah dengan cepat, sinyal perdagangan tidak dapat ditetapkan secara pasti dari satu laporan saja. Pembaca disarankan menggunakan pendekatan risiko-terkendali dan memantau rilis data mendatang untuk mengidentifikasi peluang yang relevan.