Pujian terhadap kekuatan pasar tenaga kerja Australia muncul dari prospek Januari yang dinilai solid dengan penambahan sekitar 25 ribu pekerjaan, disertai laju partisipasi sekitar 66,8 persen dan tingkat pengangguran yang diperkirakan 4,2 persen. Data ini menunjukkan pasar kerja yang sangat ketat, yang dapat menjaga tekanan pada upah dan inflasi tetap ada. Dengan begitu, ekspektasi kenaikan kebijakan moneter menjadi lebih relevan bagi prospek AUD terhadap mata uang utama lainnya.
Analisis ini menekankan bahwa pasar kerja yang rapat cenderung menjaga laju kenaikan upah tetap kuat. Kondisi demikian memberi ruang bagi ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh Reserve Bank of Australia (RBA) pada pertemuan Mei. Narasi hawkish ini diperkuat oleh kerangka data tenaga kerja yang menunjukkan dinamika yang tidak mudah ditekan hanya melalui pelemahan permintaan domestik.
Data upah kuartal keempat yang dirilis juga sejalan dengan prediksi RBAs, dengan upah inti naik 0,8 persen secara kuartal-ke-kuartal dan 3,4 persen secara tahunan. Meskipun pertumbuhan upah riil turun 0,4 persen y/y, konsumsi rumah tangga tetap kuat dan menjadi penopang penutupan tahun. Fokus sekarang beralih ke rilis pekerjaan Januari, dengan ekspektasi +25 ribu pekerjaan dan pengangguran 4,2 persen, memperkuat narasi bahwa kebijakan pengetatan tetap relevan bagi arah AUD.
Konstelasi ini menempatkan AUDUSD pada posisi untuk menguat jika data tenaga kerja menunjukkan daya tahan yang lebih kuat dari perkiraan pasar. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Mei menambah dukungan bagi AUD, terutama jika inflasi tetap di jalur dan pertumbuhan ekonomi tidak menyimpang tajam dari harapan. Namun, risiko global tetap menjadi faktor penentu arah, sehingga pergerakan AUD tidak bisa dipandang sebagai jalan mulus tanpa kejutan eksternal.
TD Securities menyorot bahwa pasar secara konsisten menilai kemungkinan kenaikan 25 bps di Mei, meskipun volatilitas data rilis bisa mengaburkan arah jangka pendek. Kebijakan yang lebih hawkish dapat meningkatkan daya tarik AUDUSD selama risiko global terkendali. Dalam konteks ini, kinerja AUD akan sangat bergantung pada bagaimana inflasi Australia dan dinamika eksternal mempengaruhi kepercayaan pelaku pasar terhadap jalur fiskal dan moneter negara tersebut.
Secara keseluruhan, narasi ini menegaskan Australia sebagai ekonomi dengan dinamika internal yang kuat, sementara dampaknya terhadap AUD bergantung pada bagaimana pasar menyeimbangkan risiko domestik dan global. Meskipun real wages menunjukkan tekanan tertentu bagi rumah tangga, data konsumsi yang kuat di kuartal terakhir memberi gambaran bahwa permintaan domestik tetap solid. Investor disarankan memantau rilis data berikutnya dan menyesuaikan ekspektasi strategis sesuai pembaruan kebijakan dan rilis makro selanjutnya.
Rencana trading untuk pasangan AUDUSD adalah posisi long dengan pembukaan sekitar 0,6650, target profit di sekitar 0,6810, dan stop loss di sekitar 0,6570. Rasio risiko-imbalan sekitar 2:1 memenuhi kriteria minimal 1:1,5 yang diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko. Setup ini selaras dengan faktor fundamental: kejutan data tenaga kerja yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga menengah yang bisa mendorong penguatan AUD.
Meski demikian, pergerakan pasar bisa dipengaruhi berita risiko global, pergerakan dolar AS, atau perubahan kebijakan bank sentral lain. Investor perlu menjaga ukuran posisi, mempertimbangkan trailing stop jika volatilitas meningkat, dan menyesuaikan level stop sesuai harga aktual saat rilis data berikutnya. Disiplin manajemen risiko menjadi kunci untuk menghadapi ketidakpastian makro.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analitik yang menggabungkan kerangka fundamental dan analisis teknikal untuk membantu pembaca memahami peluang di pasar forex. Walau fokus pada AUD, kerangka kerja kami dapat diterapkan pada instrumen terkait lainnya. Tetap patuhi prinsip tata kelola trading dan siapkan peninjauan ulang strategi seiring perubahan data ekonomi mendatang.