Inflasi Jepang Januari Turun 1,5% YoY; CPI Inti 2,0% Sesuai Konsensus

Inflasi Jepang Januari Turun 1,5% YoY; CPI Inti 2,0% Sesuai Konsensus

trading sekarang

Badan Statistik Jepang melaporkan bahwa National CPI (inflasi konsumsi nasional) untuk Januari naik sebesar 1,5% secara year-on-year (YoY). Angka ini lebih rendah dibanding pembacaan bulan sebelumnya yang sebesar 2,1%. Data tersebut dirilis oleh Japan Statistics Bureau pada hari Jumat, menandai pelonggaran laju inflasi secara umum dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, CPI inti, yang tidak memasukkan harga makanan segar, tercatat naik 2,0% YoY pada Januari. Angka ini lebih rendah daripada 2,4% pada bulan sebelumnya, menunjukkan tekanan harga inti yang melunak meskipun tetap di atas target inflasi jangka panjang. Fenomena ini menandakan pergeseran momentum inflasi ke arah yang lebih moderat.

Kedua angka tersebut dinilai sejalan dengan konsensus pasar, sehingga memperkuat gambaran bahwa tekanan inflasi Jepang sedang melunak secara umum. Data ini menjadi fokus bagi pelaku pasar karena secara langsung berimplikasi pada ekspektasi kebijakan moneter dan arah yen terhadap aset berisiko maupun mata uang utama.

Moderatnya laju inflasi Jepang menambah ruang bagi Bank of Japan (BOJ) untuk mempertahankan kebijakan ultra-long-dan suku bunga rendah dalam jangka pendek. Investor akan memantau apakah data ini akan memperpanjang jeda dari normalisasi kebijakan atau menimbulkan tekanan untuk penyesuaian bertahap di masa mendatang.

Meski inflasi inti menurun, tekanan harga inti tetap berada di wilayah yang lebih tinggi dibanding target, sehingga volatilitas di pasar mata uang bisa berlanjut. Pergerakan pasangan USDJPY dan aset berisiko bisa dipengaruhi oleh perubahan aliran investasi dan ekspektasi suku bunga jangka panjang akibat rilisan CPI tersebut.

Laporan ini dipersembahkan oleh Cetro Trading Insight, menyajikan analisis ini untuk membantu pembaca memahami implikasi data inflasi Jepang terhadap kebijakan fiskal dan dinamika pasar.

broker terbaik indonesia