Inflasi Jerman Dorong EURUSD Turun: Analisis Pasar Forex Pasca Data Destatis

Inflasi Jerman Dorong EURUSD Turun: Analisis Pasar Forex Pasca Data Destatis

Signal EUR/USDSELL
Open1.192
TP1.180
SL1.198
trading sekarang

Destatis melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari meningkat sebesar 0,1% secara bulanan, melampaui ekspektasi pembacaan datar. Secara tahunan, IHK tumbuh 2,1% YoY, lebih tinggi dibandingkan pembacaan sebelumnya tetapi sedikit di bawah konsensus pasar 2,2%. Sementara itu, Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) turun 0,1% MoM, mengatasi perkiraan sebesar -0,2% dan memperlihatkan penurunan dari 0,2% pada bulan sebelumnya.

Penurunan MoM pada HICP diiringi dengan laju YoY 2,1%, yang sedikit lebih tinggi dari proyeksi namun tetap di bawah ekspektasi pasar secara keseluruhan. Data ini menandakan inflasi yang berada dalam jalur moderat bagi era kebijakan moneter di zona euro, meskipun perbedaan antara IHK dan HICP mencerminkan kompleksitas ukuran harga yang digunakan. Perbandingan antara indikator utama ini menjadi perhatian bagi investor yang menilai arah kebijakan ECB di tengah perdebatan risiko pertumbuhan.

Di pasar, data inflasi Jerman tidak memberikan dorongan yang signifikan bagi euro. EUR/USD tetap berada di bawah tekanan karena rebound kuat dolar AS, dengan pergerakan kurs saat ini berada di sekitar 1,1917. Pergerakan harian yang terkoreksi sekitar 0,4% menunjukkan bahwa sentimen tetap terjepit meski ada beberapa kejutan data positif dari Jerman.

Rekap data inflasi Jerman yang relatif moderat memperlihatkan dinamika yang tidak terlalu mendorong pergerakan besar pada pasangan EURUSD. Inflasi inti dan faktor abstrak volatilitas tetap menjadi fokus pelaku pasar untuk menilai kelanjutan arah kebijakan ECB dan kemungkinan perubahan suku bunga di masa mendatang. Analisis ini menempatkan fokus pada bagaimana data tersebut bisa mengubah ekspektasi kebijakan di masa mendatang.

Di sisi teknikal, pergerakan harga EURUSD telah menahan level kunci dan menunjukkan kemunduran dari puncak harian terakhir, mengindikasikan tekanan jual yang berlanjut ketika dolar AS menguat. Level sekitar 1,19 menjadi area penting yang diuji untuk menentukan arah jangka pendek, sementara data inflasi memperkaya argumen untuk bias bearish pada pasangan ini.

Analisis sinyal menunjukkan peluang short pada EURUSD karena bias bearish yang berlanjut di tengah data inflasi Jerman. Level entri yang konsisten dengan dinamika harga saat ini adalah sekitar 1,1917. Target take profit sekitar 1,1800 dengan stop loss di sekitar 1,1980 untuk menjaga rasio risiko/imbalan di atas 1:1,5.

broker terbaik indonesia