ISEA Mengalami Lonjakan Harga dan Ekspor Perikanan: Analisis Fundamental Saham Indo American Seafoods Tbk (ISEA) oleh Cetro Trading Insight

ISEA Mengalami Lonjakan Harga dan Ekspor Perikanan: Analisis Fundamental Saham Indo American Seafoods Tbk (ISEA) oleh Cetro Trading Insight

trading sekarang

Kinerja harga saham ISEA menunjukkan tren positif dengan lonjakan 15,53% pada sesi kedua Kamis, 19 Februari 2026, mendekati Rp119 per lembar saham. Volume perdagangan mencapai 2,01 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp23,13 miliar, menunjukkan minat investor yang cukup kuat pada pembaruan kabar perusahaan. Dalam lima hari terakhir, harga ISEA naik sekitar 17,35%, mencerminkan sentimen pasar yang mendukung sektor ikan olahan dan produsen makanan laut.

ISEA merupakan produsen makanan olahan berbasis hasil perikanan, fokus pada pembekuan biota laut, makanan olahan, dan produk berbasis daging lumatan serta surimi. Perusahaan mengkombinasikan produksi bernilai tambah dengan strategi ekspor untuk memanfaatkan permintaan global. Kegiatan utama mencakup produksi siap konsumsi dan pengolahan udang untuk pasar internasional.

Di tengah dinamika pasar, ISEA telah menyiapkan landasan ekspor yang kuat. Perusahaan mengekspor ke Jepang sejak 2007 dan ke Amerika Serikat sejak 2017, dengan pasar tambahan seperti Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Vietnam, dan China. Keberadaan jaringan internasional ini didukung oleh sertifikasi keamanan pangan dan mutu, yang memperkuat akses ke pasar premium di berbagai negara. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight, bagian riset pasar dari Cetro.

Lini bisnis utama ISEA adalah produksi makanan olahan berbasis hasil perikanan laut, dengan fokus pada produk bernilai tambah. Perseroan memiliki dua fasilitas produksi di Tanjung Bintang, Lampung, dengan kapasitas masing-masing sekitar 35 ton per hari. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan cold storage untuk menjaga kualitas produk selama rantai pasok ekspor.

Produk olahan yang dihasilkan mencakup ebi fry, tokusen, tempura, bakso udang, serta variasi lain yang menargetkan segmen ekspor maupun domestik. Beragam produk ini dicapai melalui proses produksi terstandar dan pemantauan kualitas yang ketat guna memenuhi persyaratan pasar internasional. Upaya inovasi produk menjadi pilar penting untuk menjaga daya saing perseroan.

ISEA juga mengelola fasilitas penampungan dan kolam pengolahan limbah, menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Kepatuhan terhadap praktik industri berkelanjutan menjadi bagian dari operasi harian dan strategi jangka panjang. Dalam konteks kapasitas, peningkatan efisiensi produksi menjadi fokus untuk menjaga margin di pasar yang kompetitif.

Kepemilikan saham menunjukkan pengendali utama adalah Salmi Saleh dengan kepemilikan sekitar 5,94% setara 82,50 juta saham, diikuti oleh PT Indo American Foods dengan 69,24% dan kalangan publik dengan 20,86%. Struktur pemegang saham ini memengaruhi tata kelola serta arah alokasi modal perusahaan ke keperluan ekspansi. Pemegang manfaat akhirnya adalah individu yang sama, dengan peran sebagai komisaris utama yang aktif menjalankan perusahaan.

ISEA melakukan IPO pada 2024 dengan melepas 290 juta saham di harga penawaran Rp250 per saham, yang mengantongi dana sekitar Rp72,50 miliar. Dana hasil IPO memungkinkan perusahaan memperkuat kapasitas produksi serta perluasan jaringan ekspor. Struktur kepemilikan pasca-IPO juga berdampak pada dinamika dewan komisaris dan rencana investasi di masa mendatang.

Perseroan telah meraih sertifikasi penting seperti British Retail Consortium (BRC) 4-star, HACCP, Best Aquaculture Practices (BAP), dan sertifikasi halal dari MUI. Sertifikasi tersebut mendukung akses ke pasar internasional dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan komitmen pada standar mutu dan kepatuhan, ISEA berpotensi memperluas ekspor ke pasar baru sambil menjaga kualitas produk.

broker terbaik indonesia