Untuk masa depan energi industri yang lebih bersih, Jababeka meluncurkan fasilitas LNG mini di Pasuruan dengan langkah yang mengubah permainan. Proyek ini menandai komitmen perusahaan terhadap keamanan pasokan energi dan pengurangan emisi. Dengan investasi strategis dan inovasi infrastruktur, pabrik ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan berkelanjutan bagi kawasan industri setempat.
Fasilitas ini dibangun melalui anak usaha PT Likuid Nusantara Gas dengan total investasi sekitar USD16,9 juta. Struktur kepemilikan melibatkan PT Jababeka Infrastruktur 60 persen, PT Fortius Development Asia 20 persen, dan pemegang saham perorangan 20 persen. Kemitraan ini mencerminkan kombinasi keahlian infrastruktur dan kemudahan pembiayaan untuk proyek energi bersih.
Manajemen perseroan menyatakan operasional pabrik LNG mini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja usaha secara bertahap. Hal ini selaras dengan tren transisi energi dan kebutuhan energi bersih di kawasan industri. Proyek ini menegaskan komitmen Jababeka terhadap solusi energi yang lebih efisien bagi industri lokal.
Fasilitas mini LNG memiliki kapasitas produksi awal sebesar 2,5 MMSCFD dengan potensi ekspansi hingga 4 MMSCFD per hari. Kapasitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi industri di wilayah Jawa Timur, Bali, dan sekitarnya. Dengan skala produksi yang relatif kecil, fasilitas ini dapat beroperasi secara andal sambil menilai peningkatan permintaan.
Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi LNG untuk menyediakan aliran energi yang lebih efisien bagi pelaku industri. Keberadaan pabrik di PIER Pasuruan mempercepat penyediaan LNG bagi kawasan industri terdekat, mengurangi biaya logistik. Proyek ini juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri dalam mendukung kebutuhan energi bersih.
Perseroan menegaskan bahwa fasilitas ini sejalan dengan tren transisi energi dan peningkatan kebutuhan energi bersih di kawasan industri. Keberlanjutan operasional diawasi melalui komitmen lingkungan dan efisiensi produksi. Dengan opsi ekspansi kapasitas dan integrasi dengan rencana industri regional, proyek ini berpotensi menurunkan emisi dibandingkan sumber energi konvensional.
Lokasi fasilitas berada di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), sebuah hub strategis untuk supply chain energi industri di Jawa Timur. Keberadaan fasilitas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan energi lokal, tetapi juga meningkatkan daya tarik bagi perusahaan yang mempertimbangkan ekspansi produksi. Infrastrukturen di daerah ini menjadi pijakan bagi pengembangan industri energi bersih.
Struktur kepemilikan menunjukkan kolaborasi antara Jababeka Infrastruktur 60 persen, Fortius Development Asia 20 persen, dan pemegang saham perorangan 20 persen. Model kemitraan ini menggabungkan keahlian infrastruktur dengan pembiayaan dan keterlibatan investor individu. Kombinasi ini mempercepat implementasi proyek.
Menurut analisis Cetro Trading Insight, proyek LNG mini berpotensi memperkuat ekosistem industri di Jawa Timur melalui penyediaan energi yang lebih efisien dan rendah emisi. Kebutuhan energi bersih yang meningkat sejalan dengan kebijakan nasional transisi energi. Meskipun proyek ini masih awal, terdapat peluang ekspansi kapasitas dan integrasi dengan rencana industri regional yang dapat mendukung ekonomi setempat dalam jangka panjang.