Kelemahan Pasar Tenaga Kerja Inggris Berpotensi Dorong Pemotongan Suku Bunga BoE – Analisis Cetro Trading Insight

Kelemahan Pasar Tenaga Kerja Inggris Berpotensi Dorong Pemotongan Suku Bunga BoE – Analisis Cetro Trading Insight

trading sekarang

Menurut Sanjay Raja, Kepala Ekonom UK Deutsche Bank, sinyal kelemahan di pasar tenaga kerja Inggris semakin jelas. Data HMRC menunjukkan penurunan jumlah karyawan yang dibayarkan untuk beberapa bulan terakhir, menambah kekhawatiran terhadap dinamika pekerjaan. Kondisi ini mencerminkan tekanan berkelanjutan pada pasar tenaga kerja dan tantangan bagi pemulihan pekerjaan.

Laporan LFS menunjukkan redundansi tetap tinggi, dengan angka sekitar 145 ribu untuk tiga bulan hingga Desember 2025. Laju pengangguran pun naik menjadi 5,2 persen pada periode yang sama. Gabungan faktor ini menandakan tekanan yang berbeda-beda pada komponen tenaga kerja di tengah ketidakpastian ekonomi domestik.

Pasar tenaga kerja tampaknya masih terjebak. Laju pengangguran bulanan pada bulan-bulan tertentu telah mendekati 5,4 persen, sementara hampir semua survei menunjukkan rencana perekrutan yang moderat atau terbatas. Fenomena ini memperkuat pandangan bahwa Bank of England menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan upaya menjaga inflasi tetap stabil tanpa menghambat pertumbuhan pekerjaan.

Kenaikan biaya mempekerjakan mendorong pergeseran dari tenaga kerja ke modal, mengubah struktur biaya bagi banyak perusahaan. Pengangguran pemuda mencapai 16,1 persen dalam tiga bulan hingga Desember, menunjukkan tantangan khusus bagi lapisan usia muda. Selain itu, sekitar 23 persen dari populasi yang secara ekonomis tidak aktif masih ingin bekerja, menandakan adanya potensi tenaga kerja yang belum sepenuhnya terserap pasar kerja.

Perekrutan tampak terbatas meskipun ada permintaan dari sektor-sektor tertentu. Ketidakpastian ekonomi membuat perusahaan menunda perekrutan atau menunda investasi tenaga kerja baru hingga sinyal permintaan menjadi lebih jelas. Kondisi ini menambah tekanan pada laju pertumbuhan upah dan biaya operasional perusahaan.

Raja menegaskan bahwa lonjakan tekanan pada pasar tenaga kerja meningkatkan risiko inflasi jangka pendek dan menekankan perlunya kebijakan yang seimbang. Ia memperkirakan bahwa pertumbuhan upah akan melunak, menyusul penurunan CPI menuju target. Dalam konteks ini, MPC diperkirakan akan memfokuskan kebijakan pada pembuka peluang kerja tanpa mengorbankan stabilitas harga.

Dalam pandangan Raja, Bank of England kemungkinan akan melakukan dua pemotongan suku bunga lagi pada tahun ini, dengan potensi terjadi hingga musim panas. Potensi perlambatan upah dan perbaikan CPI menuju target mendukung skema pemangkasan secara bertahap tersebut. Langkah-langkah itu diyakini bertujuan menjaga momentum pemulihan tenaga kerja sambil menjaga stabilitas harga.

Implikasinya bagi mata uang GBP akan sangat dipengaruhi bagaimana data inflasi dan pekerjaan berkembang ke depan. Jika pasar melihat pelonggaran kebijakan, pound bisa tertekan; sebaliknya kepastian kebijakan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Inggris.

Untuk pelaku pasar, fokus utama berada pada dinamika upah, inflasi, dan penyerapan tenaga kerja. Data yang lemah akan memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan, sedangkan perbaikan data dapat mengurangi kebutuhan tindakan agresif. Cetro Trading Insight terus memantau perkembangan untuk memberi panduan yang relevan dalam pengambilan keputusan investasi.

broker terbaik indonesia