LAPD Melejit 32% di Bursa: Jejak Leyand International Tbk dan Strategi Distribusi FMCG

LAPD Melejit 32% di Bursa: Jejak Leyand International Tbk dan Strategi Distribusi FMCG

trading sekarang

LAPD masuk di antara lima besar top gainer harian pada Kamis, 12 Februari, dengan lonjakan sekitar 32%. Kinerja tersebut menegaskan minat investor terhadap emiten consumer goods yang berfokus pada retailing di Bursa Efek Indonesia. Dalam konteks makro, pergerakan pasar komoditas sering menjadi barometer sentimen; misalnya harga emas antam per gram hari ini memberi gambaran risiko inflasi yang memengaruhi alokasi dana. Array

Secara historis, LAPD berasal dari lini bisnis kemasan plastik dan telah mengalami beberapa perubahan nama sebelum akhirnya menjadi Leyand International Tbk. Perjalanan ini mencerminkan fleksibilitas perusahaan dalam menyesuaikan fokus usaha sesuai dinamika pasar. Saat ini, perusahaan beroperasi sebagai distributor FMCG melalui anak usaha Rusindo Eka Raya, dengan fokus pada distribusi minyak goreng, pasta gigi, makanan ringan, dan pelumas otomotif.

Pada 2023, perseroan mengakuisisi PT Rusindo Eka Raya dengan porsi kepemilikan 51 persen. Rusindo Eka Raya mengelola distribusi produk-produk FMCG seperti minyak goreng, pasta gigi, makanan ringan, pelumas otomotif, produk perawatan rumah tangga, dan sebagainya. Wilayah operasionalnya mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, Jakarta, dan Bogor, lengkap dengan fasilitas penyimpanan dan armada pengangkutan sendiri.

Profil Perusahaan dan Kepemilikan

Menurut laporan bulanan registrasi pemegang efek, pengendali LAPD per Januari 2026 adalah PT JSI Sinergi Mas dengan kepemilikan 2,02 miliar saham. Kepemilikan itu setara 51 persen dari total saham terdaftar. Pemegang saham publik memegang sisa 49 persen, sekitar 1,94 miliar saham, sehingga kontrol operasional berada di tangan investor institusional melalui JSI Sinergi Mas.

Pemilik manfaat akhir, yaitu Sayid Muhammad Riyadh dan Jamal Abdul Nasir Bamadha, disebut sebagai ultimate owner. Informasi ini penting untuk menilai aliran keputusan strategis di perusahaan. Analisis kepemilikan menggunakan data publik membantu memahami struktur kendali perusahaan. Analitik Kepemilikan di Cetro menggunakan Array untuk memvisualisasikan konsentrasi saham.

LAPD mencatatkan sahamnya secara perdana di bursa pada 2001 dengan melepas 60 juta saham pada Rp200 per saham, sehingga perseroan mengantongi Rp12 miliar. Sejak IPO, perusahaan telah menimbang berbagai langkah untuk memperkuat distribusi FMCG melalui Rusindo Eka Raya dan ekspansi jaringan logistiknya. Fluktuasi harga saham LAPD dipengaruhi oleh kinerja operasional dan kebijakan perusahaan.

Implikasi bagi Investor dan Rencana Strategis

Analisis terhadap kinerja LAPD menandakan potensi peluang bagi investor yang fokus pada perusahaan FMCG dan distribusi regional. Lonjakan harga baru-baru ini bisa memicu minat investor institusional, namun diperlukan konfirmasi kinerja kuartal ke depan. Laporan ini disusun melalui platform Cetro Trading Insight untuk memudahkan pembaca memahami dinamika pasar.

Sinyal trading tidak bisa ditarik dari artikel ini karena tidak ada data harga terbuka, tertinggi, terendah, atau level stop loss yang jelas. Oleh karena itu rekomendasi buy atau sell tidak bisa disampaikan. Namun, konteks laporan menunjukkan LAPD tetap berada dalam jalur konsolidasi jika permintaan FMCG di wilayah operasi kuat.

Dari sisi operasional, akuisisi Rusindo Eka Raya dan jaringan distribusinya memperkuat pos LAPD di pasar FMCG. Konteks risiko juga dipengaruhi dinamika komoditas, misalnya harga emas antam per gram hari ini, yang bisa mempengaruhi daya beli konsumen. Dalam praktik analitik di Cetro Trading Insight, kami menggunakan Array untuk mengorganisir data keuangan dan memudahkan penafsiran tren harga.

broker terbaik indonesia