Perusahaan Baby mengajukan permintaan restu atas akuisisi yang dianggap strategis untuk memperluas portofolio dan meningkatkan sinergi operasional. Rencana rights issue juga diajukan untuk memperkuat struktur modal sekaligus mendanai peluang ekspansi yang sedang dijajaki. Menurut sumber yang dekat dengan manajemen, RUPSLB yang membahas akuisisi serta rights issue dijadwalkan untuk diputuskan pada Februari meskipun beberapa proses persetujuan sudah berjalan.
Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan tingkat risiko keuangan. Investor dihadapkan pada dinamika valuasi dan potensi dilusi jika rights issue terealisasi. Otoritas pasar modal Indonesia memantau proses ini untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan perlindungan hak pemegang saham minoritas.
Secara strategis, aksi korporasi ini dapat mengubah profil bisnis Baby dengan menambah aset dan meningkatkan kapasitas produksi. Namun, hasil akhir akuisisi akan bergantung pada penilaian valuasi pihak target serta kemampuan perusahaan menata struktur modal pasca transaksi. Evaluasi kian penting karena adanya penundaan jadwal RUPSLB hingga Februari yang dapat mempengaruhi timing eksekusi dan hasil keputusan investor.
Secara fundamental, durasi penundaan RUPSLB hingga Februari menciptakan ketidakpastian jangka pendek bagi pasar. Jika persetujuan akuisisi dan rights issue tercapai, struktur kepemilikan saham dapat berubah secara signifikan, dan hal itu berpotensi memicu volatilitas harga saham di jangka menengah. Kondisi likuiditas saham juga dapat meningkat seiring dengan masuknya dana hasil rights issue.
Aspek pendanaan akan menentukan profil risiko perusahaan. Rights issue dapat mengurangi kepemilikan secara pro rata bagi pemegang saham lama jika tidak ikut serta, sehingga investor perlu mengevaluasi rasio dilution. Perusahaan juga perlu menjaga keseimbangan antara utang dan ekuitas untuk menahan beban bunga.
Para investor yang mengikuti aksi korporasi perlu mengawasi sinyal dari manajemen terkait integrasi pasca akuisisi, serta proyeksi sinergi biaya dan peningkatan margin. Detail teknis rights issue seperti tingkat diskonto dan tenggat waktu pelaksanaan akan mempengaruhi minat pembeli baru maupun partisipasi pemegang saham lama. Secara keseluruhan, jika RUPSLB akhirnya disetujui dan langkah pembiayaan berjalan sesuai rencana, prospek jangka menengah perusahaan bisa membaik meskipun risiko dilusi tetap perlu dikendalikan.