
Minyak telah mencatat kenaikan moderat meskipun eskalasi antara AS dan Iran serta peningkatan risiko di Selat Hormuz. Para analis ING menilai bahwa sentimen pasar terlalu optimis tentang pemulihan pasokan di Teluk Persia. Posisi net long spekulan di ICE Brent telah berkurang menjadi yang paling rendah sejak Desember 2025, menandai momentum penurunan yang tetap relevan.
Para analis menunjukkan bahwa pasar tampak mengabaikan dinamika pasokan yang mungkin pulih lebih lambat, karena fokus pasar pada apa arti arus minyak yang lebih kuat bagi keseimbangan global. Mereka menekankan bahwa pemulihan pasokan di wilayah itu tidak secepat yang diharapkan, sehingga risiko ke arah sisi bawah tetap ada. Meskipun demikian, pembacaan teknikal menunjukkan tekanan penurunan, meskipun ada banyak faktor geopolitik yang bisa mengubah arah.
Secara teknikal, pasar minyak berada saat ini dalam wilayah oversold, namun arah pergerakannya cenderung turun. Data posisi menunjukkan spekulan mengurangi net long sebanyak 23.790 kontrak dalam minggu pelaporan terakhir, meninggalkan posisi net long 90.338 kontrak per Selasa lalu. Ini menjadi posisi net long terendah sejak pertengahan Desember 2025, ketika fokus pasar berputar pada proyeksi surplus untuk 2026.
Crack gasoil terus menunjukkan dukungan kuat, menandakan permintaan relatif stabil terhadap produk diesel. Ada kekhawatiran terkait potensi larangan ekspor diesel Rusia secara sementara akibat kekurangan bahan bakar setelah serangan berkelanjutan terhadap infrastruktur energi Rusia.
Rusia merupakan pemasok diesel yang signifikan, mengekspor sekitar 900 ribu barel per hari. Ketidakpastian kebijakan ekspor Rusia menambah volatilitas harga, terutama jika ada gangguan pasokan akibat tekanan regional.
Kondisi geopolitik ini menambah risiko bagi harga minyak secara keseluruhan. Pasar menilai potensi risiko pasokan dari Teluk Persia sebagai faktor utama yang bisa mendorong harga ke atas jika pemulihan pasokan terhambat. Terlepas dari itu, para analis menekankan pentingnya memantau arus minyak global dan respons kebijakan produsen utama.
Para pembaca perlu memahami bahwa dinamika minyak sangat terkait dengan geopolitik, produksi negara produsen utama, serta persepsi pasar terhadap keseimbangan pasokan.
Bagi trader, kunci adalah mengikuti data arus minyak, laporan posisi spekulan, serta pergerakan di jalur pelayaran utama. Meskipun sinyal saat ini menunjukkan momentum penurunan, risiko gangguan pasokan tetap menjadi faktor utama.
Disarankan pendekatan berhati-hati dan tidak mengasumsikan pemulihan cepat. Berita terbaru menunjukkan potensi pergeseran momentum jika risiko geopolitik meningkat. Media kami, Cetro Trading Insight, akan terus memantau pasar dan menyajikan analisis terkini.