Minyak Tertekan: Ancaman Tarif AS terhadap UE, Ketegangan Pasokan, dan Fokus Davos

trading sekarang

Pasar minyak dibuka dengan tekanan, disertai sentimen risk-off yang lebih luas di pasar keuangan. Harga cenderung datar dan melemah di awal sesi Asia. Investor menimbang faktor geopolitik, dinamika permintaan global, serta kondisi pasar fisik yang tetap ketat.

Presiden AS Donald Trump menyinggung tarif 10% terhadap beberapa negara Eropa yang menentang gagasan mengakuisisi Greenland. Tarif ini direncanakan mulai 1 Februari dan bisa naik menjadi 25% pada 1 Juni hingga kesepakatan tercapai. Analisis komoditas menunjukkan eskalasi tarif menambah risiko bagi pasar minyak.

Harga datar terlihat melemah, meskipun spread Brent di pasar fisik tetap terjaga. Para analis memperingatkan bahwa pergerakan harga masih menimbang kekhawatiran pasokan, sementara lonjakan posisi net long spekulan di ICE Brent menunjukkan minat beli meskipun sentimen permintaan tidak pasti. Laporan posisi menunjukkan net long di ICE Brent melonjak menjadi 208.461 lot menjelang minggu pelaporan terakhir.

Kebijakan AS terhadap UE dan Potensi Tindak Balasan Perdagangan

Laporan pasar menyiratkan Uni Eropa bisa menunda kesepakatan perdagangan dengan AS sambil mempertimbangkan kembali paket tarif yang mencapai EUR93 miliar atas barang AS. Langkah ini berpotensi memperlebar ketegangan perdagangan global dan memberi tekanan tambahan pada pasar minyak dalam jangka pendek. Analisis risiko menyarankan para pelaku pasar menjaga kebijakan hedging mengingat dinamika kebijakan yang berubah-ubah.

Prancis mendorong UE untuk menggunakan instrumen anti-paksaan terhadap AS, yang berarti akses pasar tunggal bisa semakin dibatasi. Dalam konteks ini, arus perdagangan internasional bisa berubah arah dan mempengaruhi harga komoditas secara lebih luas. Para pelaku pasar memantau diskusi yang berkembang menjelang Forum Ekonomi Dunia di Davos untuk mengetahui implikasinya terhadap minyak.

Para pimpinan dunia dan pelaku bisnis diperkirakan membahas isu-isu perdagangan, geopolitik, serta pasokan di tengah suasana Davos. Pembicaraan ini diharapkan memberi gambaran mengenai arah kebijakan yang akan menentukan sentimen pasar minyak di beberapa minggu ke depan. Ketidakpastian kebijakan menjadi kunci untuk potensi pergerakan harga di masa mendatang.

Prospek Pasokan, Pasar Fisik Brent, dan Perilaku Spekulan

Meskipun tekanan menekan harga, selisih waktu ICE Brent tetap kuat, menandakan pasar fisik yang ketat. Kondisi ini mengindikasikan adanya dukungan dari penawaran yang terbatas hingga waktu dekat, meskipun harga secara umum cenderung datar. Aspek teknikal menunjukkan pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan pola pasokan global.

Jika proyeksi surplus besar terwujud, kita seharusnya melihat tekanan pada selisih harga yang mendorong harga minyak mendatar. Kondisi seperti ini bisa mengurangi volatilitas jangka pendek dan membuat trader fokus pada dinamika permintaan serta perkembangan geopolitik. Investor juga memperhatikan data pasar yang mengindikasikan arus masuk investasi spekulan.

Data posisi terakhir menunjukkan spekulan meningkatkan net long di ICE Brent sebanyak 85.496 lot menjadi 208.461 lot per Selasa lalu, tertinggi sejak September. Pergerakan ini didorong oleh kekhawatiran pasokan dari Iran terkait protes dan potensi intervensi AS, meskipun kekhawatiran itu berpelan mereda dalam beberapa hari terakhir.

broker terbaik indonesia