Nomura Revisi Proyeksi: Hanya Satu Pemotongan Suku Bunga Norges Bank pada Desember 2026

trading sekarang

Analisis terbaru dari Cetro Trading Insight meninjau pandangan Nomura mengenai arah kebijakan Norges Bank. Tim analis menilai bahwa lonjakan inflasi Norwegia pada Januari menambah tekanan bagi pemangkasan suku bunga di sisa tahun ini. Mereka juga menyoroti peningkatan upah yang kuat, sehingga tekanan harga diperkirakan tetap tinggi meskipun ada pelambatan bertahap.

CPI-ATE, inflasi inti yang menghapus energi dan faktor pajak, naik 0,3 poin persentase secara tahunan menjadi 3,4%. Sementara itu CPI umum melesat 0,4 poin menjadi 3,6% y/y, keduanya berada di atas ekspektasi pasar. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa tekanan harga akan tetap melekat di 2026, membatasi ruang untuk pelonggaran kebijakan.

Dalam konteks tersebut, Nomura merevisi proyeksi pemotongan suku bunga Norges Bank dengan memperkirakan hanya satu kali potongan lagi pada Desember 2026, membawa tingkat kebijakan menjadi 3,75%. Angka ini berada di atas kisaran netral jangka panjang bank sentral (2,25%–3,50%). Risiko utama terhadap skenario mereka adalah apresiasi NOK terhadap USD dan EUR, yang bisa menambah tekanan disinflasi melalui impor.

Analisis ini menekankan bahwa jalur kebijakan kemungkinan tetap lebih ketat dibandingkan proyeksi sebelumnya karena inflasi yang tetap kuat. Dampak dari data inflasi yang lebih kuat dari ekspektasi membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam merespon tekanan eksternal dan menahan langkah pelonggaran lebih lanjut.

Perubahan proyeksi ke Desember 2026 dengan tingkat 3,75% menandakan ruang pelonggaran yang tersisa sangat terbatas. Hal ini berpotensi menahan tekanan pada NOK dan menjadikan pergerakan nilai tukar sebagai faktor utama di pasar valuta asing.

Selain itu, Nomura memasukkan dinamika harga barang impor yang lebih lambat sebagai faktor penahan. Meskipun tekanan upah tetap tinggi, laju inflasi diperkirakan melambat secara bertahap, sehingga ekspektasi biaya pinjaman jangka panjang tetap relevan bagi investor mata uang.

Seiring inflasi Norwegia memunculkan risiko terhadap harapan pelonggaran, fokus pasar beralih pada bagaimana NOK bergerak terhadap USD dan EUR. Perubahan preferensi kurs dapat mempengaruhi biaya carry dan arus modal lintas negara.

Risiko utama terhadap pandangan Nomura adalah potensi penguatan NOK pasca perubahan kebijakan, yang bisa menekan laju disinflasi impor. Selain itu, volatilitas kurs dapat meningkat jika data inflasi global dan faktor geopolitik mengubah ekspektasi suku bunga bank sentral utama.

Bagi pelaku pasar, rekomendasi utama adalah memantau rilis inflasi berikutnya, dinamika upah, dan komentar kebijakan dari bank-bank sentral lainnya. Cetro Trading Insight mendorong manajemen risiko yang hati-hati dan evaluasi berkelanjutan atas arah pasangan perdagangan USDNOK.

broker terbaik indonesia