LION Capex 2026: Digitalisasi Produksi untuk Efisiensi dan Margin yang Lebih Baik

LION Capex 2026: Digitalisasi Produksi untuk Efisiensi dan Margin yang Lebih Baik

trading sekarang

Langkah ambisius LION untuk 2026 mengubah wajah produksi Indonesia dengan gerbang ke era digital, layaknya loncatan besar bagi sektor manufaktur lokal. Perusahaan menargetkan capex Rp2-5 miliar untuk mendigitalisasi lini produksi dan menyematkan teknologi terbaru. Di balik layar angka, gerakan ini mengundang harapan bahwa efisiensi dan kualitas akan melonjak di tengah persaingan global.

Direktur LION Lawer Supendi menjelaskan fokus capex pada digitalisasi lini produksi lewat pembelian mesin laser cutting dan pengelasan robotic. Otomatisasi ini dirancang untuk menekan biaya tenaga kerja jangka panjang sambil meningkatkan output produksi. Langkah ini juga sejalan dengan tren industri yang bergerak menuju efisiensi melalui digitalisasi meski menghadapi volatilitas harga input.

Cetro Trading Insight mencatat bahwa meski pasar industri sedang menata ulang diri, permintaan domestik tetap menjadi penopang utama. Rencana ini tertuju pada Divisi Cable Ladder, Divisi Fire Door, dan Racking dengan konfigurasi 2-way dan 4-way untuk mengoptimalkan anggaran. Sistem racking otomatis juga menjalin kerja sama dengan mitra China agar proses implementasi lebih cepat dan kinerja lebih terdorong.

Rencana capex tidak sekadar pembelian mesin, namun juga penataan alur produksi yang lebih cerdas. Divisi Cable Ladder, Divisi Fire Door, dan Racking menjadi fokus utama untuk penerapan sistem 2-way dan 4-way. Dengan sistem ini, LION berharap bisa lebih efisien dalam penggunaan ruang produksi serta mengurangi biaya operasional.

Sistem otomatis bekerja sama dengan pemasok dari China, mempercepat kurva belajar dan memastikan standar teknis terpenuhi. Lawer menegaskan kerja sama tersebut adalah bagian dari strategi pengurangan biaya kapita sekaligus meningkatkan output. Selain itu, integrasi teknologi ini diharapkan memperkuat kemampuan perseroan menghadapi persaingan global.

Salah satu manfaat tambahan adalah peningkatan konsistensi produk dan pengurangan risiko kesalahan manusia. Melalui investasi ini, perusahaan menargetkan kinerja keuangan yang lebih stabil meski lingkungan harga bahan baku fluktuatif. Langkah ini juga menjadi sinyal positif bahwa LION siap mengakselerasi kapasitasnya jika permintaan domestik terus tumbuh.

Lawer menegaskan fokus utama adalah menjaga margin keuntungan di tengah volatilitas harga baja dan kenaikan PPN. Perubahan tarif dan biaya input menambah tantangan, namun strategi capex bertujuan melindungi margin melalui efisiensi. Dia menegaskan bahwa langkah harga dan biaya ini sejalan dengan target kas perusahaan.

Penjualan perseroan saat ini mengalami penurunan, sejalan dengan letupan persaingan dari China. Pada 2024, Cable Ladder menyumbang omzet yang cukup baik; sedangkan 2025 penjualan kabel tersebut menurun. Bahkan dalam 2025 ada tekanan kompetitif yang kuat meski permintaan domestik tetap ada.

Secara keseluruhan, pasar domestic tetap menjadi penopang meskipun dinamika global menuntut inovasi. Investasi capex LION dilihat sebagai tanda optimisme jangka panjang, dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan daya saing. Para analis mengamati bahwa jika permintaan tetap impresif, kombinasi kapasitas baru dan otomasi bisa memperbaiki kinerja keuangan di 2026.

broker terbaik indonesia