NZD/USD melemah tipis sekitar 0,15% pada sesi Selasa, diperdagangkan mendekati 0,6050. Pergerakan ini terjadi karena pasar mencerna rangka data ekonomi Selandia Baru yang menunjukkan sinyal saling bertentangan. Investor tetap memantau arah kebijakan moneter AS karena hal itu menjadi penentu utama pergerakan pasangan mata uang tersebut.
Data NZ menampilkan gambaran campuran: tingkat pengangguran meningkat ke level tertinggi dalam satu dekade sementara pertumbuhan pekerjaan datang lebih kuat dari ekspektasi. Kondisi ini menunjukkan ekonomi masih bertahan meski tekanan harga tetap menjadi perhatian. Kombinasi data tersebut mempertahankan pandangan bahwa kenaikan suku bunga RBNZ dalam waktu dekat tetap tidak terduga.
Meskipun inflasi masih di atas target, para pembuat kebijakan diperkirakan akan bersikap sabar sebelum mempertimbangkan langkah pengetatan lebih lanjut. Pasar uang saat ini menilai dua kemungkinan jalur: menjaga suku bunga selama beberapa waktu atau menaikkan sesudah Oktober, sesuai jadwal terbaru. Laporan ini menjadi fokus analisis terkait arah kebijakan RBNZ menurut Cetro Trading Insight.
Di sisi Amerika Serikat, dolar AS tetap berada di lingkungan yang rapuh karena dinamika tenaga kerja dan ekspektasi pemotongan suku bunga yang semakin kuat. Komentar pejabat bank sentral juga menunjukkan perbedaan pendapat yang menambah volatilitas untuk pasangan NZD/USD.
Futures menunjukkan peluang pemotongan suku bunga sekitar 17% pada Maret, sekitar 34% pada April, dan mendekati 75% untuk Juni, menurut alat CME FedWatch. Data ini menambah dinamika pasar dan meningkatkan potensi pergerakan pada pasangan mata uang ini tergantung bagaimana data ekonomi selanjutnya berkembang.
Investor sekarang menantikan laporan Retail Sales AS untuk Desember, diperkirakan naik 0,4% setelah kenaikan 0,6% pada November. Ketika mengecualikan otomotif, kenaikan diproyeksikan 0,3% dibanding 0,5% sebelumnya. Arah data ritel bisa menjadi kunci dalam menentukan arah jangka pendek NZD/USD.